Dark/Light Mode

Bakal Jadi Perusahaan Sawit Terbesar

Erick: PalmCo Ditarget Intervensi Pasar Migor

Senin, 27 Maret 2023 07:30 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/3/2023). (Foto: Antara).
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/3/2023). (Foto: Antara).

 Sebelumnya 
Meski begitu, PalmCo juga memiliki tantangan karena hanya memegang sekitar 10 persen total lahan sawit nasional. Namun, dana IPO dibutuhkan untuk melakukan penanaman kembali lahan yang sudah tidak produktif.

Selain itu, hasil IPO dapat di­gunakan untuk bisnis hilirisasi. Salah satu program hilirisasi PalmCo adalah mengembang­kan Energi Terbarukan (ET) dari CPO, sejalan dengan arah kebi­jakan energi dan pembangunan berkelanjutan Pemerintah.

“Keperluan IPO tentu terkait rencana replanting tanaman produktif dan program hilirisasi. Perlu performa bagus setelah jadi perusahaan terbuka, supaya dianggap semenarik emiten sawit lain. Seperti Grup Salim, Sinar­mas atau Wilmar,” jelasnya.

Baca juga : Jokowi Kesal Indonesia Masih Impor Baju Bekas

Sebelumnya, PTPN IIIber­harap proyeksi perolehan dari ren­cana IPO PalmCo tersebut dapat mencapai Rp 5-Rp 10 triliun.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, saat ini pembentu­kan PalmCo masih dalam proses permohonan izin penyusunan Peraturan Pemerintah (PP).

“Setelah itu, baru kemudian IPO,” ungkap Erick dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Senin (20/1).

Baca juga : Benteng Persatuan Rakyat Mantap Jagokan Erick Thohir, Ini 3 Alasannya

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ini menegaskan, pembentukan PalmCo bertujuan agar BUMN berperan lebih besar secara na­sional dalam usaha kelapa sawit dan turunannya.

Selain itu, Indonesia memiliki potensi Crude Palm Oil (CPO) kelapa sawit yang mencapai 52 juta ton per tahun, dengan 40 persen kepemilikan petani kecil.

“Potensi yang besar untuk hilirisasi dan industrialisasi pemanfaatan CPO harus dilaku­kan,” tegas Erick.

Baca juga : Erick Patok Palm Co Ungguli Golden Agri

Salah satu contohnya untuk bahan baku kosmetik. Saat ini, Indonesia merupakan pangsa industri make-up terbesar ke­lima di dunia. Sekitar 70 persen industri make-up dengan ba­han baku turunan CPO, semua produknya ada di dalam negeri.

Erick berkeyakinan, Indonesia mampu melakukan hal tersebut karena harga bahan bakunya sudah dimiliki.

“Karena itulah mengapa kami mendorong hal-hal ini untuk dikonsolidasikan,” ujar Erick.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.