BREAKING NEWS
 

Himbara Mitigasi Kebangkrutan SVB & Credit Suisse

Ekonomi RI Lebih Kuat Hadapi Dampak Resesi

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 4 April 2023 07:30 WIB
Direktur Utama BRI Su­narso. (Foto: dok. Antara).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah melakukan mitigasi dampak kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) dan Credit Suisse. Salah satu hasilnya, perbankan nasional diyakini cukup kuat dan jauh dari episentrum krisis tersebut.

Direktur Utama BRI Su­narso meyakini, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bakal akibat memitigasi risiko yang mungkin muncul kega­galan dua bank global, SVB dan Credit Suisse.

Sunarso memprediksi, In­donesia mampu bertahan dari ancaman risiko resesi, dengan potensi resesi sebesar 2 persen di tahun 2023.

Baca juga : Ekonomi Kuat Jadi Bekal Hadapi Resesi

Keyakinan ini berdasarkan prediksi BRI dengan menggu­nakan metode Markov Switch­ing Dynamic Model (MSDM). Metode ini memperkuat evaluasi dan analisa Bloomberg sebelum­nya, serta telah terbukti secara akurat pada kasus terdahulu.

“Metode ini telah secara akurat memproyeksi resesi di Indonesia pada ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) Finan­cial Crisis tahun 1998, dan saat pandemi Covid-19 pada 2020,” ucap Sunarso dalam keterangan resmi, Minggu (2/4).

Disebutkan mantan bos Pe­gadaian ini, terdapat dua faktor yang membuat ekonomi Indone­sia relatif bertahan dan memiliki resiliensi tinggi.

Baca juga : Mitigasi Risiko Ekonomi, Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan Dan Energi

Pertama, masih kuatnya kon­sumsi domestik dalam mendu­kung pertumbuhan ekonomi. Kedua, optimisme dari pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai mayoritas usaha di Indonesia. Menurutnya, kuatnya konsumsi domestik menjadi driver utama pertumbuhan GDP (Gross Domestic Product) Indonesia. Untuk itu berbagai upaya harus diarah­kan ke penguatan daya beli masyarakat, peningkatan konsumsi, serta penggunaan produk-produk dalam negeri.

“Itu yang harus kita dorong supaya benar-benar create job. Dan, kemudian adanya opti­misme,” imbau Sunarso, yang juga Ketua Himbara ini.

Sebagai tolak ukur yang menunjukkan tingkat optimisme para pelaku UMKM, paparnya, melalui Indeks UMKM BRI telah menggambarkan aktivitas UMKM yang terus meningkat pada kuartal IV-2022.

Baca juga : Ekonomi Kuat Bekal Hadapi Resesi Global

Hal itu terlihat dari kenaikan rata-rata omzet, penggunaan tenaga kerja dan lain-lain dari indeks 103 meningkat ke 105. Dari sini, aktivitas para pelaku UMKM selama satu kuartal ke depan (Januari-Maret 2023) masih sangat baik.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense