RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah melakukan mitigasi dampak kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) dan Credit Suisse. Salah satu hasilnya, perbankan nasional diyakini cukup kuat dan jauh dari episentrum krisis tersebut.
Direktur Utama BRI Sunarso meyakini, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bakal akibat memitigasi risiko yang mungkin muncul kegagalan dua bank global, SVB dan Credit Suisse.
Sunarso memprediksi, Indonesia mampu bertahan dari ancaman risiko resesi, dengan potensi resesi sebesar 2 persen di tahun 2023.
Baca juga : Ekonomi Kuat Jadi Bekal Hadapi Resesi
Keyakinan ini berdasarkan prediksi BRI dengan menggunakan metode Markov Switching Dynamic Model (MSDM). Metode ini memperkuat evaluasi dan analisa Bloomberg sebelumnya, serta telah terbukti secara akurat pada kasus terdahulu.
“Metode ini telah secara akurat memproyeksi resesi di Indonesia pada ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) Financial Crisis tahun 1998, dan saat pandemi Covid-19 pada 2020,” ucap Sunarso dalam keterangan resmi, Minggu (2/4).
Disebutkan mantan bos Pegadaian ini, terdapat dua faktor yang membuat ekonomi Indonesia relatif bertahan dan memiliki resiliensi tinggi.
Baca juga : Mitigasi Risiko Ekonomi, Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan Dan Energi
Pertama, masih kuatnya konsumsi domestik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Kedua, optimisme dari pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai mayoritas usaha di Indonesia. Menurutnya, kuatnya konsumsi domestik menjadi driver utama pertumbuhan GDP (Gross Domestic Product) Indonesia. Untuk itu berbagai upaya harus diarahkan ke penguatan daya beli masyarakat, peningkatan konsumsi, serta penggunaan produk-produk dalam negeri.
“Itu yang harus kita dorong supaya benar-benar create job. Dan, kemudian adanya optimisme,” imbau Sunarso, yang juga Ketua Himbara ini.
Sebagai tolak ukur yang menunjukkan tingkat optimisme para pelaku UMKM, paparnya, melalui Indeks UMKM BRI telah menggambarkan aktivitas UMKM yang terus meningkat pada kuartal IV-2022.
Baca juga : Ekonomi Kuat Bekal Hadapi Resesi Global
Hal itu terlihat dari kenaikan rata-rata omzet, penggunaan tenaga kerja dan lain-lain dari indeks 103 meningkat ke 105. Dari sini, aktivitas para pelaku UMKM selama satu kuartal ke depan (Januari-Maret 2023) masih sangat baik.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.