Sebelumnya
“Kita punya hutan produksi seluas 68 juta hektar, kita produsen 85 persen rotan dunia, dan kita nomor tiga produsen bambu terbesar dunia setelah China dan India. Industri mebel juga menjadi penyerap tenaga kerja yang besar karena termasuk dalam industri padat karya yang menyerap 500 ribu tenaga kerja langsung per tahun 2021,” ungkapnya.
Selain itu, industri mebel juga menciptakan multiplier effect-nya yang luas bag industri lainnya dan berkontribusi menggerakkan sektor industri lainnya melalui produk-produk bahan baku dan bahan pendukung yang dibutuhkan dalam menghasilkan produk mebel.
“Setelah pandemi berakhir dan perdagangan lintas negara sudah mulai lancar kembali, sudah saatnya bagi Indonesia untuk mendorong produksi mebel dan kerajinan, baik untuk pasar ekspor maupun kebutuhan pasar dalam negeri,” yakin Dedy.
Baca juga : Ekonom Puji Kinerja Menteri Bahlil
Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Asmindo Bidang Promosi dan Pemasaran, Anne Patricia Sutanto mengatakan, pihaknya berharap ekspor furnitur bisa tumbuh 10-15 persen pada 2023 dan 2024. Salah satunya diharapkan terdorong oleh pameran IFFINA.
“Tahun lalu Indonesia mengekspor furnitur dan peralatan rumah sekitar 2,8 miliar dolar AS sampai 3 miliar dolar AS. Peningkatan ekspor bisa dicapai melalui Indonesia Meubel & Design Expo-IFFINA 2023
Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menambahkan, sektor industrial memberikan kontribusi sebesar 53,4 persen ke PDB Non Migas, indsutri furniture berkontribusi sebesar 1,3 persen dengan nilai ekspor sebesar 2,47 miliar dolar AS pada 2022, atau turun 2 persen dari ekspor tahun 2021.
Baca juga : Pos Indonesia Distribusikan Bantuan Pangan Beras Pemerintah Hingga Penjuru Negeri
Diprediksi, tren ini masih akan terjadi tahun ini dan tumbuh pada 2024.
“Kontraksi disebabkan oleh kondisi global yang harus terus diwaspadai. Namun kami yakin, melihat kondisi pasar dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) per April 2023 sebesar 51,38 persen berada di level ekspansi.
Artinya, industri furnitur perlahan masuk kategori ekspansi dan mulai bangkit lagi. Hal iniperlu dimanfaatkan oleh pelaku industri Tanah Air, agar terus lebih baik dan berdaya saing,” ungkap Putu.
Untuk itu, Kemenperin sambungnya, fokus pada tiga strategi dalam mengubah stagnansi industri furniture. Pertama, mengalihkan pasar ekspor terdampak resesi ke pasar domestik.
Kedua, bersama kementerian terkait, memperluas negara tujuan ekspor ke pasar non tradisional dengan membentuk satgas. Dan ketiga, memperkuat media promosi lewat pameran fisik dan media digital. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.