BREAKING NEWS
 

Ditopang Kredit Mikro, BRI Kantongi Laba Rp 29,56 Triliun Di Kuartal II-2023

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 30 Agustus 2023 12:42 WIB
Dirut BRI Sunarso dalam pemaparan Kinerja Keuangan BRI Triwulan II-2023 pada Rabu (30/8). (Foto: Dok. BRI)

 Sebelumnya 
Dengan demikian, porsi kredit mikro telah mencapai 48,08 persen terhadap total penyaluran kredit BRI.

Kemampuan BRI menyalurkan kredit juga diimbangi oleh Perseroan dengan menjaga kualitas kredit yang disalurkan. NPL BRI pada akhir triwulan II-2023 tercatat sebesar 2,95 persen atau membaik apabila dibandingkan dengan NPL pada Triwulan II 2022 sebesar 3,26 persen.

Hal ini membuat Credit Cost BRI menurun, dari semulai 3,11 persen pada triwulan II 2022 menjadi 2,26 persen pada Triwulan II 2023.

“Keberhasilan BRI me-manage NPL juga diimbangi dengan pencadangan yang memadai, di mana hingga akhir triwulan II-2023 tercatat NPL Coverage BRI sebesar 248,54 persen,” kata Sunarso.

Adsense

Pertumbuhan Berkelanjutan Didukung Penghimpunan CASA dan Efisiensi Sementara itu, dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), BRI mencatatkan total DPK senilai Rp 1.245,12 triliun.

Baca juga : Ditopang Xpander Dan XForce, Mitsubishi Jual 3.685 Mobil Di GIIAS 2023

Penopang utama pertumbuhan DPK BRI bersumber pada dana murah (CASA) yang tercatat tumbuh 10,13 persen yoy menjadi Rp815,42 triliun. Porsi CASA (Giro dan Tabungan) BRI terus meningkat, dari semulai 65,12 persen pada triwulan II-2022 menjadi 65,49 persen pada triwulan II-2023.

Tak hanya itu, diungkapkan Sunarso, BTRI memiliki dua strategi utama untuk mendorong penghimpunan CASA ke depan, yakni fokus pada retensi dan akuisisi.

Untuk retensi, strategi BRI akan difokuskan pada transaksi digital, mengoptimalkan value chain nasabah wholesale, serta menggunakan big data untuk memaksimalkan peluang dari nasabah.

"Sedangkan untuk akuisisi, BRI akan menargetkan ekosistem bisnis serta merchant," katanya.

Sementara itu, dari sisi operasional, business process reengineering yang dilakukan mampu meningkatkan efisiensi dalam operasional bisnis BRI.

Baca juga : Astra Financial Kantongi Rp 2,38 T Di GIIAS 2023

Hal tersebut tercermin dari rasio BOPO dan CIR yang tercatat membaik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) membaik dari semula 69,56 persen menjadi 67,71 persen dan CIR (Cost to Income Ratio) membaik dari semula 44,30 persen menjadi 41,79 persen.

Hal tersebut juga terlihat dari rasio efisiensi BRI yang terus membaik tak lepas dari transformasi digital yang terus dijalankan.

BRI terus mengembangkan area digital melalui 3 fokus yakni Digitizing Core, Digital Ecosystem serta New Digital Proposition. Dan transformasi digital yang dilakukan oleh BRI tidak hanya memberikan dampak dari sisi efisiensi namun juga memberikan dampak signifikan terhadap pencapaian fee-based income perseroan.

"Di mana fee-based income konsolidasian BRI tercatat tumbuh 9,14 persen yoy menjadi senilai Rp 10,22 triliun," ucap Sunarso.

Baca juga : Lepas Ekspor Pertanian Rp 12,45 Triliun, Wapres Puji Mentan

Hingga akhir Tmtriwulan II-2023 likuiditas dan permodalan BRI pun berada di level yang memadai. Hal tersebut tercermin dari rasio LDR (Loan to Deposit Ratio) Bank sebesar 87,26 persen dengan CAR (Capital Adequacy Ratio) sebesar 26,65 persen.

“Ditopang oleh likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat tersebut, BRI optimistis akan mampu mendorong menggerakkan perekonomian nasional melalui pembiayaan dan pemberdayaan UMKM,” pungkas Sunarso.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense