BREAKING NEWS
 

Saran Pakar Siber Cara Menghindari Aksi Penipuan Di WhatsApp, Hati-hati!

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Kamis, 31 Agustus 2023 17:40 WIB
Pakar keamanan siber dari Communication Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persada

RM.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat diingatkan lebih waspada menggunakan ponsel. Jangan mudah terpancing untuk menerima dan membuka pesan masuk melalui aplikasi pesan singkat whatsapp (WA). 

Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha mengatakan, saat ini penipuan melalui WA banyak jenisnya.

Mulai dari pengiriman malware dengan file APK disamarkan sebagai laporan kurir atau undangan pernikahan. 

"Jika kita secara tidak sadar kita klik akan melakukan instalasi trojan di hp kita sehingga orang lain bisa mengontrol penuh hp kita. Seolah-olah sedang memegang langsung, yang akan bisa menyebabkan semua uang kita di rekening bank ataupun dompet digital kita terkuras habis," kata Pratama Persadha kepada RM.id, Kamis (31/8/2023).

Baca juga : Panduan Lengkap, Cara Menggunakan Mp3Juice yang Aman

Selain malware kata dia, ada juga penipuan melalui wa dengan modus phising. Kita akan dikirimkan sebuah informasi yang sifatnya urgent (penting), biasanya mengaku dari pihak bank yang meminta konfirmasi pilihan biaya transaksi, didalam WA tersebut akan ada link ke sebuah website yang kita harus isi data diri kita termasuk data perbankan dan lainnya. 

"Meskipun kita tidak secara langsung dirugikan pada saat kita klik tautan serta mengisi data, namun data-data yang kita masukkan tadi bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan, untuk melakukan penipuan lebih lanjut baik kepada kita maupun keluarga dan kerabat kita," papar Pratama.

Karena dengan memiliki data yang cukup lengkap, akan lebih mudah meyakinkan orang untuk percaya sehingga menjadi korban penipuan.

Penipuan lain melalui WA yang juga tidak kalah berbahaya adalah adanya tawaran untuk bekerja secara online hanya dengan klik link-link tertentu yang diberikan, dan jika kita menyelesaikan tugas maka kita akan mendapat bayaran.

Baca juga : Cara Mengatur Wallpaper Grup Di GB WhatsApp

Pada awal-awal kita bergabung memang kita akan mendapatkan bayaran sesuai yang dijanjikan, meskipun nilainya kecil.

Setelah itu, kita akan ditawarkan untuk seolah-olah membeli kumpulan tugas lain yang lebih besar pembayarannya, dan ternyata pada saat tugas akan selesai.

Kita tidak bisa menyelesaikan dengan berbagai alasan dan kita akan diminta lagi untuk melakukan top up supaya misi bisa terselesaikan dan kita bisa mendapatkan bayaran. 

Adsense

"Padahal bisa saja setelah beberapa kali menerima top up dari kita mereka langsung menghilang dan mengganti nomor," jelasnya. 

Baca juga : BPIP Dan Mahasiswa Magelang Gelar Aksi Pancasila Lawan Stunting

Selain itu ada juga penipuan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Modusnya, kita akan ditawarkan sebuah pekerjaan diluar negeri dengan gaji yang besar namun ada biaya-biaya yang harus kita bayarkan di awal.

Padahal, pada saat sudah berada di luar negeri mereka tidak terurus dan harus menjadi gelandangan.

"Bahkan yang lebih berbahaya lagi adalah ternyata calon pekerja tersebut dikirimkan kepada mafia perdagangan organ tubuh yang akan secara sepihak melakukan operasi dan mengambil organ tubuh mereka dengan ancaman tidak akan dipulangkan jika tidak mengikuti perintah," ungkapnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense