Sebelumnya
Terakhir, menurutnya, perlu ada insentif bagi proyek-proyek sinergitas swasta dan BUMN. Termasuk dalam bentuk dukungan permodalan dari sektor perbankan, khususnya bank-bank BUMN. Seperti tingkat bunga yang lebih kompetitif, maupun tenor pinjaman yang lebih panjang.
“Banyak hal yang bisa swasta lakukan. Dan kami percaya bahwa sinergi ini bisa terlaksana dengan baik,” harapnya.
Sebelumnya, Menteri Erick menjelaskan, 35 proyek senilai Rp 335 triliun ditawarkan untuk mendorong kerja sama BUMN dengan sektor swasta dan investasi asing.
Baca juga : Jokowi Tahu Dalamnya Parpol, Info Komplet Dari Intelijen
“Jadi BUMN tidak lagi dilabeli sebagai menara gading yang memonopoli pasar. Kita harus menjadikan BUMN membangun ekosistem,” kata Erick di sela-sela KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) ASEAN di Jakarta.
Ditambahkan Wakil Menteri BUMN Rosan Roeslani, selain 35 proyek milik BUMN, dalam forum tersebut ditawarkan empat proyek di Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional). Diperkirakan business matching ini akan terjadi potensi kerja sama senilai 50 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 767,6 triliun.
Terdiri dari BUMN itu sendiri 35 proyek 22 miliar dolar AS. Kemudian dari Bappenas itu empat proyek nilainya 10 miliar dolar AS (Rp 153,5 triliun).
Baca juga : Lindungi Dari Radikalisme, BNPT Gencarkan Desa Siapsiaga Dan Sekolah Damai
“Dan dari proyek yang datang dari lima negara yaitu Filipina, Thailand, Malaysia, Myanmar, dan Brunei Darussalam itu nilainya 810 juta dolar dolar AS (Rp 12,43 triliun),” rincinya.
Diketahui perusahaan BUMN yang akan menawarkan sejumlah proyek antara lain Pertamina, PLN, InJourney, MIND ID, Pelindo, Krakatau Steel, Biofarma, Pupuk Indonesia, Angkasa Pura dan Dana Reksa.
Proyek-proyek tersebut yakni pada PT Hotel Indonesia dengan proyek Special Economic Zone Sanur, PT Bio Farma (Persero) dengan proyek Application and Platform Development Medbiz, Medtrack,Modiverse (Medevo, Medwell) and Q100+ Platform.
Baca juga : Bidik Kawasan Sudirman CBD, Metropolis Land Hadirkan Proyek Aryaduta Suites
Kemudian PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan proyek Strategic Partnership for Bakauheni Harbour City, PT Angkasa Pura I dengan proyek Strategic Partnership for Airport Management (Yogyakarta), PT Angkasa Pura I, Angkasa Pura II dan InJourney dengan proyek Opportunity in Aviation Sector dan PT Jasamarga Balikpapan Samarinda dengan proyek Investment Opportunity in Balikpapan- Samarinda Toll Road dan beberapa lainnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu 17/9/2023 dengan judul Bukti Tak Melakukan Monopoli, BUMN Tawarkan 35 Proyek Ke Swasta & Investor Asing
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.