BREAKING NEWS
 

Kebutuhan Pembangunan Besar, Uangnya Dicuri

Ani: Praktik Korupsi Bikin Penerimaan Pajak Susut

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Senin, 18 September 2023 07:10 WIB
(Foto: Instagram @smindrawati)

RM.id  Rakyat Merdeka - Negara berkembang menghadapi tantangan besar dalam mengumpulkan penerimaan pajak. Salah satunya, menghadapi praktik korupsi.

Beberapa negara termasuk In­donesia memikirkan bagaimana menambah pemasukan pajak dari ekonomi digital. Salah satunya menerapkan International taxa­tion atau pajak internasional.

Penerapan pajak internasional ini adalah salah satu butir penting dari hasil kesepakatan pemimpin G20 di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 India.

Baca juga : Geledah Rumah Reyna Usman, KPK Temukan Bukti Aliran Duit Korupsi Di Kemenaker

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, usai menghadiri menghadiri acara G20 New Delhi Leaders Declaration.

Dalam kesempatan itu, Ani, sapaan akrab Sri Mulyani ber­temu dengan para Menkeu dari negara G20 lain, membahas mengenai permasalahan perpa­jakan internasional.

Menurutnya, semua negara membutuhkan penerimaan dari pajak untuk membiayai kebutuhan negaranya seperti membangun infrastruktur, membiayai pendidikan, kesehatan dan militer untuk pertahanan keamanan.

Baca juga : Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan Diharapkan Makin Tingkatkan Ekspor Indonesia

Ani menuturkan, kini glo­balisasi dan ekonomi digital membuat perusahaan beroperasi tanpa mengenal batas negara. Hal ini telah menimbulkan kom­pleksitas dalam melakukan pe­mungutan pajak antar negara.

“Semua negara berjuang mencegah terjadinya erosi basis pajak akibat praktik penghin­daran pajak (tax avoidance dan tax evasion). Persaingan antar negara dengan menurunkan tarif pajak bahkan hingga 0 persen telah menimbulkan dampak race to the bottom yang makin meng­gerus basis pajak,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, negara berkembang menghadapi tantangan rumit dalam mengumpulkan penerimaan pajak, karena lemah­nya kapasitas institusi dan ancaman korupsi. Sementara, kebutuhan pembangunan sangat besar.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense