Sebelumnya
“Bursa karbon yang kita luncurkan hari ini bisa menjadi langkah konkret, langkah besar untuk Indonesia mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC),” kata Jokowi.
Karena itu, Jokowi mengingatkan agar standar karbon internasional harus dijadikan sebagai rujukan dalam perdagangan karbon.
“Manfaatkan teknologi untuk transaksi sehingga efektif dan efisien,” ujarnya.
Baca juga : Indonesia-Malaysia Jadi Rujukan Kekuatan Dunia
Kemudian, Jokowi meminta ada target dan garis waktu terkait pengembangan pasar karbon, baik untuk dalam negeri maupun luar negeri.
Presiden juga berpesan, atur dan fasilitasi pasar karbon sukarela sesuai praktik di komunitas internasional. Dan pastikan standar internasional tersebut tidak mengganggu target NDC Indonesia.
Dokumen NDC menetapkan target pengurangan emisi gas rumah kaca di Indonesia. Dalam dokumen tersebut, Indonesia menargetkan pengurangan sebesar 29 persen tanpa syarat.
Baca juga : Potensi Bursa Melebihi Rp 3.000 Triliun, Indonesia Bisa Jadi Poros Karbon Dunia
Atau dengan usaha sendiri dan 41 persen bersyarat atau dengan dukungan internasional yang memadai pada 2030.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, masih terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan. Misalnya terkait peta jalan perdagangan karbon hingga pajak karbon. “Kami ingin segera tuntaskan ini,” kata Luhut.
Selanjutnya, Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRNPPI) dan sistem integrasinya terus disempurnakan. Tujuannya agar transparansi dapat terlaksana dengan baik.
Baca juga : Latihan Militer Bersama, AU Australia Dan Indonesia Kerahkan F-35A Dan F-16
Menurutnya, penyelenggaraan bursa karbon Indonesia akan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan teknologi blockchain.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 27/9/2023 dengan judul Lawan Krisis Perubahan Iklim, Jokowi Yakin Indonesia Jadi Poros Karbon Dunia
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.