Sebelumnya
“Impor itu nggak mudah, sejumlah negara mulai menutup ekspornya. Makanya, kita jajaki ke sejumlah negara,” katanya.
Ia mencontohkan, Pemerintah China memberi jaminan untuk mengekspor beras ke Indonesia sebanyak 1 juta ton, bila dibutuhkan.
“Indonesia kapan butuhnya, mereka (China) siap. Artinya, ada kepastian stok. Masyarakat bisa tenang. Tapi, kita tetap jajaki dulu negara lain, Vietnam masih bisa nggak? Thailand, Pakistan juga,” ucapnya.
Baca juga : Relawan Ganjar Sejati Gandeng Karang Taruna Di Garut Gelar Tablig Akbar
Berdasarkan website bulog.co.id, realisasi pengadaan beras per Jumat (13/10), sebanyak 866.746 ton. Sementara realisasi SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sebanyak 824.112 ton.
“Untuk program bantuan pangan yang periode sekarang, sudah 100 persen diselesaikan,” katanya.
Nantinya, sambung dia, bila Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menyalurkan bantuan pangan terhadap 21,3 juta penerima manfaat, jika rata-rata per bulan dibutuhkan 240.000 ton.
Baca juga : Relawan Nelayan Ganjar Tekankan Pentingnya Sanitasi Produk UMKM
Maka, untuk menjalankan program bantuan pangan selama tiga bulan di tahun depan akan memerlukan stok beras sekitar 720.000 ton.
“Tahun ini kalau tidak ada (tambahan) supply, maka di akhir tahun stok hanya ada sekitar 700.000-an ton. Padahal, Januari, Februari, Maret, Presiden memberikan bantuan lagi,” katanya.
Karenanya, pihaknya berupaya menambah stok beras impor sedikitnya 500 ribu ton yang akan didatangkan pada pertengahan Desember nanti.“Kami usahakan, 500 ribu ton dari yang 1,5 juta ton itu bisa masuk pertengahan Desember,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.