Sebelumnya
Ia menegaskan, tambahan kuota impor tersebut bukan berarti Pemerintah senang melakukannya. Hanya saja, hal ini perlu dilakukan untuk menjamin ketersediaan stok dan menjalankan penugasan.
Hal senada dikatakan Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Badan Karantina Indonesia, M. Adnan. Dipastikannya, semua barang yang masuk ke Indonesia telah melalui prosedur dan aturan yang ada.
“Semua kapal impor yang tiba, harus diperiksa dulu oleh Badan Karantina Indonesia. Setelah dinyatakan aman, baru bisa dibongkar seperti kapal beras Vietnam ini,” ucap Adnan.
Baca juga : Relawan Ganjar Sejati Gandeng Karang Taruna Di Garut Gelar Tablig Akbar
Terpisah, pengamat pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas juga menyayangkan beredarnya isu soal beras plastik.
“Bodoh saja itu (yang percaya). Bagaimana bisa beras dari plastik. Isu ini selalu berulang tiap tahun politik,” kata Dwi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Terkait impor, ia berharap Pemerintah tetap mempertimbangkan produksi dalam negeri.
Baca juga : Relawan Nelayan Ganjar Tekankan Pentingnya Sanitasi Produk UMKM
Dwi mengakui, tahun ini ada penurunan produksi padi sebesar 5 persen, atau setara 1,5 juta ton.
“Dengan impor yang ada saat ini, jumlahnya sudah cukup. Kalau nanti ditambah impor lagi, khawatir ada kelebihan stok,” katanya.
Menurutnya, bila tahun depan tak terjadi El Nino, maka produksi pangan atau padi dalam negeri akan meningkat.
Baca juga : Harga Beras Tinggi Picu Kenaikan Inflasi Jakarta Pada September
“Saat ini, harga gabah kering di tingkat petani sedang baik. Kalau nanti kelebihan stok, akan menekan harga lagi di tingkat usaha tani,” pungkasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 14/10/2023 dengan judul Hoaks Beras Beracun Resahkan Masyarakat, Bulog & Badan Karantina Jamin Beras Impor Aman
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.