Sebelumnya
“Seluruh produk precast ini diproduksi di 9 precast plant WSBP yang saat ini memiliki total kapasitas produksi sebesar 3,7 juta ton per tahun,” kata Fandy.
Tak hanya itu, ada pula bangunan rumah tapak tipe RISHA Modifikasi (Tipe 36), Bangunan rumah tapak tipe rumah precast (Tipe 36), SPRigWP, facade precast, lining menggunakan fly ash, lining menggunakan fly ash + fiber, mortar foam, fast concrete, beton fiber, beton porous, joint balok kolom, rumah modular prefabikasi, dan lainnya.
Ia mengatakan, dari beragam jenis produk dan inovasi produk yang dikembangkan WSBP untuk menyuplai proyek infrastruktur sejak tahun 2014 hingga September 2023.
Tercatat jumlah penjualan produk spun pile lebih dari 2 juta batang dan PC-I girder dengan angka penjualan lebih dari 13 ribu batang.
“Produk spun pile menjadi yang tertinggi atau banyak disuplai untuk proyek-proyek,” ungkapnya.
Penjualan produk lainnya yang banyak disuplai dalam jangka waktu 9 tahun terakhir antara lain full slab, CCSP, tetrapod, barrier, lining, PC-U girder, dan u-ditch.
Baca juga : TelkomGroup Mau Jadi Pemain Terbesar Bisnis Data Center
Dijelaskan Fandy, tidak hanya dari produk precast, beton cair atau readymix WSBP juga menjadi produk andalan yang digunakan untuk berbagai proyek, dengan volume total penjualan lebih dari 16 juta meter kubik (m3).
“Angka penjualan produk ini lebih tinggi dibandingkan produk precast perusahaan,” sebut Fandy.
Readymix ini diproduksi di batching plant yang tersebar di Indonesia maupun batching plant di dalam precast plant WSBP untuk mendukung produksi produk beton precast.
Adapun mutu readymix yang diproduksi oleh WSBP mulai dari K-100 hingga K-1000.
“Mayoritas pengiriman produk untuk kontrak proyek Waskita Group sebesar 60 persen dan 40 persen untuk kontrak proyek eksternal yang terdiri dari swasta, BUMN, dan Pemerintah. Kami akan terus fokus mengejar proyek-proyek yang berasal dari eksternal termasuk pasar retail,” tegas Fandry.
Sementara itu, selama proses restrukturisasi, WSBP tetap berkomitmen untuk menyelesaikan suplai dan mengerjakan jasa konstruksi untuk berbagai proyek infrastruktur.
Baca juga : Instansi Pemerintah dan RS Masih Andalkan Air Kemasan Galon Polikarbonat
“WSBP selalu mengedepankan GCG (Good Corporate Governance) dan manajemen risiko yang baik dalam setiap kegiatan operasional perusahaan. Termasuk memilih kontrak proyek dengan memiliki tingkat kesehatan keuangan yang sehat,” tuturnya.
Garap Proyek Di IKN
Saat ini WSBP juga sedang fokus untuk menyelesaikan suplai untuk proyek IKN yaitu Pembangunan Gedung Sekretariat Presiden dan Bangunan Pendukung Kawasan Istana Kepresidenan RI, Jalan Kerja/Logistik IKN (KIPP) Paket Pembangunan Jalan Lingkar Sepaku Segmen 4, dan Jalan Tol IKN Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang.
“Kami menilai IKN adalah suatu peluang yang sangat bagus karena berpeluang menyerap kebutuhan yang menjadi core business perusahaan. WSBP juga akan terus jeli melihat berbagai peluang infrastruktur di IKN,” kata Fandy.
Adanya permintaan yang tinggi terhadap produk-produk ini sambungnya, membuat WSBP meningkatkan komitmen untuk menjaga kualitas produk.
Tidak hanya kuantitas tetapi juga kualitas layanan dan kepuasan pelanggan. Selain itu WSBP juga selalu mengedepankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan manajemen risiko dalam setiap kegiatan operasional perusahaan.
Baca juga : Ganjar Ingin Genjot Industri Produksi Buat Majukan Produk Dalam Negeri
Melalui kebijakan ini menurut Fandy, WSBP berupaya untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan dengan membuat produk dan jasa yang berkualitas dan pengiriman tepat waktu.
“Kami ingin memberikan layanan dan mutu produk terbaik untuk seluruh pelanggan,” jelasnya.
Tak hanya itu, adapun proyek besar yang disuplai oleh WSBP dalam jangka waktu 9 tahun terakhir ini meliputi, Jalan Tol Bali Mandara (jalan tol di atas laut pertama di Indonesia), Trans-Jawa (Jalan Tol JakartaCikampek Elevated hingga di Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo di Jawa Timur).
Kemudian proyek Trans-Sumatra (Jalan Tol Kuala Tanjung hingga Kayu Agung-Palembang-Betung), Bendungan Leuwikeris, RDMP RU-V Balikpapan, Pengaman Pantai di Jakarta Tahap 4, Jalan Tol Indrapura-Kisaran, Proyek Syeikh Zayed Grand Mosque, Bangunan RISHA (berlokasi di daerah rawan bencana seperti Lombok, Kupang, dan Cianjur).
Lalu ada juga perumahan Savasa yang menggunakan modular, Bandara Ahmad Yani, Road From Tono-Noefefan Bridge to Oenuno do Oecusse Timor Leste, Shipyard Thilawa Myanmar, dan proyek besar lainnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.