Sebelumnya
Menurutnya, selain mengantisipasi harga tinggi, pemenuhan stok beras untuk tahun depan juga kian menantang karena diperkirakan ada peningkatan konsumsi beras seiring terselenggaranya Pemilu 2024.
Ditambah lagi, ada potensi masa panen yang tertunda hingga awal tahun depan karena El Nino.
Karena itu, menurut Tauhid, keputusan Pemerintah membuka keran impor beras lebih dari 1,5 juta ton tahun ini rasional.
Baca juga : LG Gebrak Pasar Indonesia Dengan Layar TV Hingga 86 Inci dan Prosesor Pintar
Jumlah tersebut diharapkan dapat mencukupi kebutuhan beras hingga tahun depan, atau sampai produksi beras nasional normal kembali.
“1,5 juta ton itu cukup asal timing dan distribusi benar-benar dijaga. Soalnya distribusi beras kerap bermasalah. Jangan sampai impor sudah tinggi, tapi harganya masih mahal,” ujarnya.
Impor beras yang cukup besar oleh Pemerintah juga diyakini tidak banyak merugikan petani. Karena kondisi petani di daerah saat ini banyak yang tidak bisa memproduksi beras akibat kekeringan.
Baca juga : Dubes Indonesia Untuk Kenya Meriahkan HUT RI Dengan Budaya Betawi Dan Minang
“Kalau ada yang bisa produksi, sangat sedikit sekali. Mereka pastinya menikmati keuntungan dari harga beras yang saat ini sedang tinggi,” ujarnya.
Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (Aepi) Khudori mengatakan, meski Pemerintah sudah memberikan kuota impor beras tambahan sebanyak 1,5 juta ton dan meningkatkan cadangan beras awal tahun 2024, langkah tersebut belum bisa menjaga pasar tetap kondusif di awal tahun 2024.
“Kami prediksi akan ada surplus cadangan beras di Bulog sekitar 662.000 ton di akhir tahun. Tapi itu tidak cukup untuk memastikan pasar tidak bergejolak di awal tahun depan,” kata Khudori dalam keterangannya di Jakarta.
Baca juga : Literasi Kita Masih Rendah
Dia menjelaskan, hal tersebut terjadi karena Februari 2024 Indonesia akan menggelar Pemilu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.