BREAKING NEWS
 

1,5 Juta Ton Beras Masuk Indonesia Hingga Akhir Tahun Ini

Jangan Sampai Sudah Impor Tapi Harganya Masih Mahal

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Minggu, 29 Oktober 2023 07:10 WIB
Tangkapan Layar - Direktur Eksekutif Institute for Development for Economics and Finance (Indef) Tauhid Ah­mad. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Menurutnya, selain menganti­sipasi harga tinggi, pemenuhan stok beras untuk tahun depan juga kian menantang karena diperkirakan ada peningkatan konsumsi beras seiring terse­lenggaranya Pemilu 2024.

Ditambah lagi, ada potensi masa panen yang tertunda hingga awal tahun depan karena El Nino.

Karena itu, menurut Tauhid, keputusan Pemerintah membuka keran impor beras lebih dari 1,5 juta ton tahun ini rasional.

Baca juga : LG Gebrak Pasar Indonesia Dengan Layar TV Hingga 86 Inci dan Prosesor Pintar

Jumlah tersebut diharapkan dapat mencukupi kebutuhan beras hingga tahun depan, atau sampai produksi beras nasional normal kembali.

“1,5 juta ton itu cukup asal timing dan distribusi benar-benar dijaga. Soalnya distribusi beras kerap bermasalah. Jangan sampai impor sudah tinggi, tapi harganya masih mahal,” ujarnya.

Impor beras yang cukup besar oleh Pemerintah juga diyakini tidak banyak merugikan petani. Karena kondisi petani di daerah saat ini banyak yang tidak bisa mem­produksi beras akibat kekeringan.

Adsense

Baca juga : Dubes Indonesia Untuk Kenya Meriahkan HUT RI Dengan Budaya Betawi Dan Minang

“Kalau ada yang bisa produk­si, sangat sedikit sekali. Mereka pastinya menikmati keuntungan dari harga beras yang saat ini sedang tinggi,” ujarnya.

Pengamat Pertanian dari Aso­siasi Ekonomi Politik Indonesia (Aepi) Khudori mengatakan, meski Pemerintah sudah memberi­kan kuota impor beras tambahan sebanyak 1,5 juta ton dan mening­katkan cadangan beras awal tahun 2024, langkah tersebut belum bisa menjaga pasar tetap kondusif di awal tahun 2024.

“Kami prediksi akan ada sur­plus cadangan beras di Bulog sekitar 662.000 ton di akhir tahun. Tapi itu tidak cukup untuk me­mastikan pasar tidak bergejolak di awal tahun depan,” kata Khudori dalam keterangannya di Jakarta.

Baca juga : Literasi Kita Masih Rendah

Dia menjelaskan, hal tersebut terjadi karena Februari 2024 Indonesia akan menggelar Pemilu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense