Sebelumnya
Dari sisi masyarakat, juga harus diyakinkan untuk menggunakan uang digital tersebut. Namun pertanyaannya, apakah memang sudah kuat secara sistem dan regulasi.
“Saya rasa keduanya (sistem dan regulasi) harus ada untuk dapat meyakinkan masyarakat, bahwa Rupiah Digital ini aman digunakan. Mudah-mudahan kasus kebocoran data tidak terjadi,” harapnya.
Sementara dari sisi transaksi, memang ada perbedaan antara Rupiah Digital dengan dompet digital.
Baca juga : IHC RSPP Sediakan Layanan Pengobatan Kanker Pakai BPJS
Perbedaannya terletak pada dompet digital, yang tetap dicetak uang secara fisik oleh Peruri. Namun Rupiah Digital tidak dicetak uang secara fisik, melainkan di sistem Blockchain dengan tetap ada nomor seri uang-nya.
“BI harus memperhatikan betul untuk sistem keamanan dari Rupiah Digital ini apakah sudah prudent atau belum,” tegasnya.
Kemudian, karena Rupiah Digital bentuk Wholesale, maka perbankan yang akan bertransaksi menggunakan rupiah digital ini perlu dipastikan kesiapannya.
Baca juga : Formappi Desak Pembahasan UU Utamakan Kepentingan Rakyat
Ia mengatakan, idealnya ada sejumlah negara yang bisa jadi patokan untuk menjadi rujukan tentang uang digital. Misalnya Bank Sentral China dengan Digital Currency Electronic Payment (DCEP).
Sebagai informasi, saat ini 80 persen lebih Bank Sentral di dunia melakukan eksplorasi mata uang digital Bank Sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC).
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin mendapatkan Rupiah Digital, maka akan didistribusikan melalui blockchain atau Distributed Ledger Technology (DLT).
Baca juga : Kembangkan Industri Kesehatan, Silo Dorong Peningkatan Layanan Spesialisasi
Saat ini tahapan yang dilakukan dalam proyek Garuda Rupiah Digital ini, yaitu pembangunan Khasanah Digital Rupiah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.