Sebelumnya
Inflasi Indonesia juga terkendali di level 2,61 persen (year on year/yoy) per Desember 2023. Jauh lebih rendah dibandingkan proyeksi 2023 yang sebesar 3,6 persen. Inflasi volatile foodyang menjadi kontributor utama inflasi seperti beras, cabai, dan bawang putih juga mulai menunjukkan tren menurun di Desember 2023.
“Stabilitas harga moga-moga tidak mengalami disrupsi lagi karena faktor geopolitik, maupun bencana alam dan faktor lainnya,” ujar Sri Mulyani.
Baca juga : TPN: Ganjar Dorong Revitalisasi Asean Hadapi Agresivitas Amerika-China
Selanjutnya di sektor perdagangan, meskipun ekspor dan impor cenderung berada di zona negatif sejak awal 2023 akibat melemahnya perekonomian global, khususnya negara-negara mitra dagang utama Indonesia.
Namun, neraca perdagangan Indonesia masih menunjukkan kinerja positif dan mencatatkan surplus 43 bulan berturut-turut.
Baca juga : Sarapan Bareng, Jokowi Dan Airlangga Bahas Ekonomi-Pilpres
Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari hingga November 2023 mencapai 33,63 miliar dolar Amerika Serikat.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Mohammad Faisal memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sedikit melambat di kisaran 4,9-5 persen di 2024.
Baca juga : Pendaftaran Prakerja 2024 Dibuka, Ini Keuntungan, Syarat Dan Cara Mendaftarnya
Di sisi eksternal, melemahnya pertumbuhan ekonomi China sebagai mitra dagang utama Indonesia, akan signifikan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis 11/1/2024 dengan judul Ramalan Bank Dunia Tahun 2024, Ekonomi Kita Kalahkan Eropa, Amrik Dan China
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.