BREAKING NEWS
 

Program Transformasi Mulus

Top, BNI Kantongi Laba Bersih Capai 20,9 Triliun

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 29 Januari 2024 07:20 WIB
Direktur Utama PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Royke Tumilaar (tengah) bersama Wakil Direktur Utama Adi Sulistyowati (kedua kanan), Direktur Finance Novita Widya Anggraini (kedua kiri), Direktur Risk Management David Pirzada (kanan), dan Direktur Wholesale International Banking Silvano Rumantir (kiri) saat acara Press Conference Full Year 2023 BNI di Jakarta, Jumat (26/1/2024). (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Terpisah, Senior Vice Presi­dent Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan melihat, kinerja BNI sebagai bank BUMN di sepanjang tahun 2023 tergolong baik, terutama di tengah tantangan global.

Dia menilai, kinerja yang meningkat, khususnya laba dan ROE yang melambung, akan menjadi modal bagi perusahaan untuk terus melanjutkan kinerja positif di tahun ini.

“Ini diharapkan bisa terus memberikan dukungan pada penguatan kinerja ekonomi akhir 2024,” kata Trioksa ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Ia melihat, BNI telah men­dorong kinerja fungsi inter­mediasi dengan pengelolaan pendapatan yang baik. BNI yang mengukuhkan diri sebagai bank global, juga terus melakukan ekspansi di luar negeri, seperti AS dan Australia. Hal ini sema­kin memperkuat posisi BUMN menuju go global.

Kemudian, kinerja kredit BNI didorong oleh ekspansi di seg­men berkualitas tinggi, yaitu korporasi blue chip, baik swasta dan BUMN, kredit konsumer, dan perusahaan anak.

Baca juga : Volume Transaksi BNI Mobile Banking Melesat Rp 1.216 Triliun

“Arah kinerja BNI sampai akhir tahun masih menunjuk­kan peningkatan dan dampak ke ekonomi juga bagus, karena di­dominasi sektor produktif, yang dapat mendukung pembangunan ekonomi dalam negeri,” ujarnya.

Kinerja Perbankan

Selanjutnya, dalam ekpansi bisnis juga didorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), khususnya giro dan tabungan tumbuh lebih baik.

Pada 2023, DPK tumbuh 5,4 persen, menjadi Rp 810,73 triliun. Rasio Current Account Savings Account (CASA) terpantau kokoh di posisi 71,2 persen.

Sebagai dampak dari akselerasi kredit di segmen berisiko rendah, kualitas aset terus mem­baik yang terlihat dari penu­runan rasio Non Performing Loan (NPL) dan rasio Loan at Risk (LaR).

Baca juga : Makin Solid, BNI Capai Laba Rp 20,9 Triliun Di 2023

Rasio NPL pada akhir 2023 telah berada di level 2,14 persen, membaik dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 2,81 persen. Dan LaR pada 2023 berada di level 12,9 persen, juga mengalami perbaikan dari posisi tahun 2022 pada level 16 persen.

Tren kenaikan suku bunga acuan mempengaruhi biaya bunga dana (Cost of Fund/CoF), yang memang tengah mengala­mi tren peningkatan.

“Dan fenomena ini terjadi merata di industri perbankan,” jelas Novita.

Namun di tengah kondisi terse­but, CoF dapat dijaga di kisaran 2,2 persen, yang secara struktural masih lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi di atas 3 persen.

Pendapatan non-bunga (non-interest income) juga terus mem­berikan dorongan positif pada profitabilitas, dengan pencapaian satu tahun penuh sebesar Rp 21,47 triliun atau tumbuh 6,6 persen yoy.

Baca juga : 3 Tahun Transformasi, BNI Hasilkan ROE Solid dan Berkualitas

Kebutuhan transaksi dari seg­men business banking dan con­sumer dapat dijawab oleh berbagai channel digital.

“Sehingga memberikan kontri­busi pendapatan yang konsisten bagi BNI,” ujar Novita.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin 29/1/2024 dengan judul Program Transformasi Mulus, Top, BNI Kantongi Laba Bersih Capai 20,9 Triliun     

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense