Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Melihat Transformasi Inovasi Teknologi Digital Di Tahun 2024, Dari 5G Hingga AI

Selasa, 23 Januari 2024 14:12 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Teknologi digital kian berkembang dengan inovasi-inovasi baru, dari mulai internet 5G hingga perkembangan kecerdasan buatan (Artifical Intelligence).

Oleh sebab itu, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mengadakan kegiatan Obral Obrol Literasi Digital (OOTD) dengan tema “Proyeksi Perkembangan Teknologi Digital di Tahun 2024” pada Senin (22/1/2024).

Teknologi kecerdasan buatan sudah menjadi realitas. Salah satu yang menarik adalah AI generative, yang dapat menciptakan berbagai hal, mulai dari gambar, foto, musik, dan lainnya.

Contohnya adalah LLM (Large Language Model), yang dapat merespon percakapan, seperti yang terkenal adalah ChatGPT.

Namun, kemajuan AI seperti LLM ini membawa perhatian tersendiri, terutama dari sisi etika.

Baca juga : PHE OSES Beri Bantuan Teknologi Rumah Pengering Ikan Di Pulau Sabira

Dewan Pengarah Siberkreasi, Tony Seno mengatakan, kita dapat memilih model AI yang tidak dapat disensor, yang artinya tidak mempedulikan persoalan etika.

“Karena tidak peduli sama etika kita bisa menyatakan segala pertanyaan yang positif, yang negatif, yang berbahaya, yang nyerempet, yang jahat, dan sebagainya. Dan dia akan merespon,” jelasnya.

Penggunaan AI generative ini sebenarnya, kata Tony, sangat bermanfaat bagi pekerjaan-pekerjaan kita.

Kemampuan memanfaatkan ini membutuhkan literasi digital dan keahlian sains data (data science).

Covid-19 jadi salah satu momentum akselerasi penggunaan teknologi digital, misalnya di dunia pendidikan dengan adanya virtual meeting.

Baca juga : Pajak Digital Tahun 2023 Tembus Rp 16,9 Triliun

Sekretaris Jenderal APJII Zulfady menyatakan proyeksi digital 2024 menggunakan prinsip internet tangguh, ekosistem tumbuh.

"Proyeksi digital 2024 tidak bisa dipisahkan dari pembangunan core infrastruktur,” sebutnya.

Ia menyebut, data APJII 2023 menemukan 215 juta orang Indonesia sudah melek internet.

Angka ini, menurutnya, merupakan daya tarik tersendiri bagi perusahaan asing. Ini merupakan potensi pasar digital yang besar, untuk wirausaha dalam negeri.

Yang tidak kalah penting, kata Zulfadly, adalah dukungan kebijakan dan regulasi dari pemerintah.

Baca juga : Kemeriahan Drama Musikal Ikhlas Beramal, Catatan Sukses Kemenag Kita Tahun 2023

Pemerintah daerah misalnya dapat membuat regulasi yang mendukung meluasnya akses internet yang murah dan terjangkau.

Sejalan dengan itu, Panji Wasmana, Technology Director Microsoft Indonesia, menyatakan tren teknologi 2024 masih akan didominasi oleh kecerdasan buatan.

Hal ini disampaikannya dengan mengutip data dari Gartner Top 10 Technology Trends 2024, yang secara konsisten menyebut tekonologi AI dalam laporannya.

“Ada potensi ekonomi sebesar 1 triliun dolar AS sampai dengan tahun 2030 pada saat kita membicarakan pemanfaatan teknologi AI,” jelasnya.

Ia melanjutkan, Indonesia sendiri memiliki potensi ekonomi sebesar 336 miliar dolar AS terkait kecerdasan buatan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.