Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Program Transformasi Mulus
Top, BNI Kantongi Laba Bersih Capai 20,9 Triliun
Senin, 29 Januari 2024 07:20 WIB
Sebelumnya
Terpisah, Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan melihat, kinerja BNI sebagai bank BUMN di sepanjang tahun 2023 tergolong baik, terutama di tengah tantangan global.
Dia menilai, kinerja yang meningkat, khususnya laba dan ROE yang melambung, akan menjadi modal bagi perusahaan untuk terus melanjutkan kinerja positif di tahun ini.
“Ini diharapkan bisa terus memberikan dukungan pada penguatan kinerja ekonomi akhir 2024,” kata Trioksa kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Ia melihat, BNI telah mendorong kinerja fungsi intermediasi dengan pengelolaan pendapatan yang baik. BNI yang mengukuhkan diri sebagai bank global, juga terus melakukan ekspansi di luar negeri, seperti AS dan Australia. Hal ini semakin memperkuat posisi BUMN menuju go global.
Kemudian, kinerja kredit BNI didorong oleh ekspansi di segmen berkualitas tinggi, yaitu korporasi blue chip, baik swasta dan BUMN, kredit konsumer, dan perusahaan anak.
Baca juga : Volume Transaksi BNI Mobile Banking Melesat Rp 1.216 Triliun
“Arah kinerja BNI sampai akhir tahun masih menunjukkan peningkatan dan dampak ke ekonomi juga bagus, karena didominasi sektor produktif, yang dapat mendukung pembangunan ekonomi dalam negeri,” ujarnya.
Kinerja Perbankan
Selanjutnya, dalam ekpansi bisnis juga didorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), khususnya giro dan tabungan tumbuh lebih baik.
Pada 2023, DPK tumbuh 5,4 persen, menjadi Rp 810,73 triliun. Rasio Current Account Savings Account (CASA) terpantau kokoh di posisi 71,2 persen.
Sebagai dampak dari akselerasi kredit di segmen berisiko rendah, kualitas aset terus membaik yang terlihat dari penurunan rasio Non Performing Loan (NPL) dan rasio Loan at Risk (LaR).
Baca juga : Makin Solid, BNI Capai Laba Rp 20,9 Triliun Di 2023
Rasio NPL pada akhir 2023 telah berada di level 2,14 persen, membaik dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 2,81 persen. Dan LaR pada 2023 berada di level 12,9 persen, juga mengalami perbaikan dari posisi tahun 2022 pada level 16 persen.
Tren kenaikan suku bunga acuan mempengaruhi biaya bunga dana (Cost of Fund/CoF), yang memang tengah mengalami tren peningkatan.
“Dan fenomena ini terjadi merata di industri perbankan,” jelas Novita.
Namun di tengah kondisi tersebut, CoF dapat dijaga di kisaran 2,2 persen, yang secara struktural masih lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi di atas 3 persen.
Pendapatan non-bunga (non-interest income) juga terus memberikan dorongan positif pada profitabilitas, dengan pencapaian satu tahun penuh sebesar Rp 21,47 triliun atau tumbuh 6,6 persen yoy.
Baca juga : 3 Tahun Transformasi, BNI Hasilkan ROE Solid dan Berkualitas
Kebutuhan transaksi dari segmen business banking dan consumer dapat dijawab oleh berbagai channel digital.
“Sehingga memberikan kontribusi pendapatan yang konsisten bagi BNI,” ujar Novita.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin 29/1/2024 dengan judul Program Transformasi Mulus, Top, BNI Kantongi Laba Bersih Capai 20,9 Triliun
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya