BREAKING NEWS
 

Konflik Iran Vs Israel Memanas

Pelototin Kenaikan BBM, Pemerintah Siapin Mitigasi

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Jumat, 19 April 2024 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Air­langga Hartarto. Foto: Dok. Kemenkoperekonomian).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kondisi geopolitik terkini, khususnya terkait gejolak di kawasan Timur Tengah antara Iran dan Israel telah memberikan dampak besar terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia.

Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Air­langga Hartarto mengatakan, untuk tetap menjaga pertumbuhan perekonomian nasional yang sudah baik, Pemerintah terus memonitor setiap perkembangan konflik Iran dan Israel.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai upaya untuk memitiga­si segala potensi risiko dampak yang akan muncul.

Baca juga : The Citizens Gagal Pertahankan Gelar

“Pada prinsipnya, menahan diri dan tetap waspada meru­pakan suatu hal yang sangat penting. Kita juga terus update kondisi di sana, termasuk negara mana saja yang ikut di sana,” kata Airlangga dalam keterangan resmi Kemenko Perekonomian, Rabu (17/4/2024).

Dari sisi perekonomian, lan­jut Airlangga, Pemerintah juga terus mengawasi lonjakan harga minyak dunia pasca serangan Iran ke Israel.

“Kawasan Laut Merah dan Selat Hormuz menjadi penting. Selat Hormuz itu dilalui 33 ribu kapal minyak dan Laut Merah sekitar 27 ribu. Dan peningkatan ongkos angkutan menjadi salah satu hal yang harus dimitigasi bersama,” ungkap Airlangga.

Baca juga : Raducanu Hantam Kerber

Ketua Umum Partai Golkar itu juga menyampaikan, secara fundamental perekonomian Indonesia saat ini masih tetap tumbuh solid di kisaran 5 persen dengan inflasi dalam rentang 2,5±1 persen.

Neraca Perdagangan Indo­nesia juga masih mengalami surplus dan Cadangan Devisa mencapai sekitar 136 miliar dolar AS.

Meski begitu, lanjut Airlang­ga, dari segi pasar keuangan, dolar indeks mengalami penguatan di tengah rilis data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan penguatan.

Adsense

Baca juga : Menlu China Sowan Ke Jokowi

Dia juga menjelaskan bah­wa ekskalasi meningkatkan ketidakpastian. Yang harus dim­itigasi oleh Pemerintah adalah beralihnya aset investor, seperti mata uang dolar AS dan emas.

“Nilai tukar dan indeks harga saham juga mengalami pele­mahan secara global. Namun jika dibandingkan negara maju dan berkembang lain, Indone­sia relatif masih dalam situasi aman,”jelas Airlangga.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense