BREAKING NEWS
 

Komit Jaga Ekosistem Perairan, Pupuk Kaltim Turunkan Ratusan Media Terumbu Di Maratua

Reporter : IRMA YULIA
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 30 Mei 2024 11:59 WIB
Pupuk Kaltim menurunkan 134 unit media terumbu di perairan Coral Stock Centre sebagai aksi kepedulian lingkungan di Maratua, Kabupaten Berau Kalimantan Timur. (Foto: Ilustrasi Pupuk Kaltim)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam upaya terus menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem perairan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menurunkan 134 unit media terumbu di perairan Coral Stock Centre Maratua, Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Aksi lingkungan dengan tema “Future Reefs Future Us”  

Hal ini dilaksanakan Pupuk Kaltim bersama sembilan perusahaan di Pupuk Indonesia Grup, Minggu (26/5/2024).

Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo mengatakan, penurunan media terumbu ini bagian dari kontribusi Perusahaan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem perairan.

Sehingga, ke depan tetap terjaga dan memberi manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Terlebih, keberadaan Maratua sebagai salah satu wilayah pesisir di Indonesia, memiliki potensi sumber daya bahari yang unik. Sekaligus, sumber penghidupan masyarakat dalam hal pemanfaaatan hasil laut maupun pengembangan potensi wisata dengan keindahan alam bawah lautnya.

"Oleh karena itu, dengan penurunan 134 media terumbu ini diharapkan semakin memperkaya biota laut, sekaligus melestarikan keindahan bawah air Maratua. Ini wujud dukungan Pupuk Kaltim terhadap ekosistem dan pengembangan potensi wisata yang ditawarkan," ujar Soesilo, melalui siaran pers, Kamis (30/5/2024).

Soesilo menambahkan terumbu karang merupakan rumah bagi ribuan spesies laut dan berperan dalam melindungi pantai dari abrasi.

Baca juga : INKUD Gandeng Perusahaan Cina Kembangkan Pabrik Susu Dan Penggilingan Beras Di Indonesia

Namun begitu, berbagai ancaman terhadap terumbu karang juga terus berkembang, mulai dari perubahan iklim, polusi, hingga aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab.

Karenanya, menjaga terumbu karang sudah menjadi tanggung jawab bersama agar tetap lestari dan terawat dengan baik agar ke depannya tercipta lingkungan laut yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Saat ini, sekitar 33,82 persen dari total luas terumbu karang Indonesia mengalami kerusakan atau dalam kondisi kurang baik, sehingga memerlukan upaya revitalisasi yang serius.

"Kami melihat, terumbu karang memegang peranan yang tak tergantikan dalam menjaga keseimbangan ekosistem biota laut, yang akhirnya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun lingkungan sekinir," ujar Soesilo.

Hal ini pula menurutnya yang menjadi semangat kami dalam aksi penuruan media terumbu di Maratua.

Sejauh ini, komitmen perusahaan terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistem perairan terus ditingkatkan setiap tahun, utamanya di kawasan perairan Kota Bontang.

Adsense

Pupuk Kaltim telah menurunkan sebanyak  6.882 unit terumbu buatan mulai 2011 dengan target minimal 500 unit per tahun, sekaligus menginisiasi pembentukan Center of Excellence (CoE) Terumbu Karang sejak 2021.

Baca juga : Apresiasi Kinerja Di 2023, Pupuk Kaltim Beri Reward 15 Distributor Ritel Terbaik

Pembentukan CoE pun diperkuat melalui kolaborasi bersama Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (IPB), guna memastikan keberlanjutan upaya konservasi perairan yang dilaksanakan Perusahaan.

Adapun, program ini meliputi berbagai kegiatan seperti transplantasi terumbu, pembibitan melalui fasilitas coral nursery, hingga penyuluhan bagi masyarakat.

"Ini bentuk aksi nyata perusahaan, dengan melibatkan Pemerintah hingga masyarakat dalam menjaga kelestarian terumbu karang sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan," katanya.

Soesilo menambahkan, selain penurunan media terumbu, juga dilakukan pelepasan 300 lebih tukik untuk meningkatkan populasi penyu di alam bebas, sehingga keseimbangan ekosistem laut dapat terus terjaga.

Mengingat, Kepulauan Derawan dikenal sebagai habitat alami bagi penyu hijau (Chelonia mydas) yang merupakan salah satu spesies terancam punah.

"Makanya, perlu kesinambungan upaya agar populasinya tetap terjaga," imbuhnya.

Ia berharap, ekosistem perairan dengan kekayaan biota laut dan keanekaragaman hayati lainnya bisa terus terpelihara dengan baik, termasuk populasi penyu di Maratua terus berkembang seiring komitmen bersama untuk saling peduli.

Baca juga : Program Jelajah Pangan Nusantara, Pupuk Indonesia Gali Potensi Pertanian Hingga Pulau Terluar

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan, pelestarian ekosistem perairan bagian dari strategi perusahaan untuk mengintegrasikan aspek lingkungan dalam aktivitas operasional dan bisnis.

Rahmad menambahkan, hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah guna mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Langkah ini, kata Rahmad, didorong bagi seluruh perusahaan di Pupuk Indonesia Grup, untuk senantiasa meningkatkan kepedulian dan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan dengan berbagai aksi nyata.

"Dengan potensi Maratua sebagai destinasi wisata dengan kekayaan lautnya, diharapkan mampu terpelihara secara berkelanjutan, utamanya dari sisi keseimbangan ekosistem perairan dan keanekaragaman hayati didalamnya," tegas Rahmad.

Pihaknya akan terus meningkatkan komitmen serupa, dengan pengembangan sasaran untuk memberi manfaat terhadap lingkungan, melalui implementasi program secara konkret dan berkesinambungan.

"Dari kegiatan tersebut, diharapkan akan terwujud sinergi antara perusahaan, masyarakat hingga stakeholder terkait dalam menjaga serta melestarikan kekayaan alam Indonesia," pungkas Rahmad.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense