Dark/Light Mode

Dukung Efisiensi Energi, Pupuk Kaltim Mulai Proses Revamping Pabrik Tertua 

Sabtu, 4 Mei 2024 15:40 WIB
Pupuk Kaltim memulai proses pembaruan (emrevamping/em) pabrik tertuanya, dengan melaksanakan pemasangan tiang pancang perdana (first piling). (Foto: Istimewa)
Pupuk Kaltim memulai proses pembaruan (emrevamping/em) pabrik tertuanya, dengan melaksanakan pemasangan tiang pancang perdana (first piling). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) memulai proses pembaruan (revamping) pabrik tertuanya, dengan melaksanakan pemasangan tiang pancang perdana (first piling) di Bontang, Kalimantan Timur, pada Jumat (3/5/2024).

Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo mengatakan, revamping pabrik ini adalah wujud komitmen dan inisiatif perusahaan dalam memimpin transformasi hijau industri pupuk dan petrokimia Indonesia.

Wahju mengatakan, pabrik tertua Pupuk Kaltim yang telah beroperasi sejak tahun 1984 ini akan diperbarui demi meningkatkan efisiensi energi dalam operasional pabrik, menciptakan produk yang lebih kompetitif, serta berkontribusi pada program dekarbonisasi pemerintah.

Untuk proyek yang ditargetkan selesai pada akhir 2025 ini, pihaknya menggandeng  PT Tripatra Engineers & Constructors selaku kontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC).

Adapun, proses revamping dimulai dengan penandatanganan kontrak pada 1 November 2023, lalu first  pilling, kini dilanjutkan penandatanganan komitmen keselamatan (Safety Commitment Ceremony).

Baca juga : Idul Fitri, Pj Gubernur Kaltim Kunjungi Beberapa Panti Asuhan

“Proses First Piling dan Safety Commitment Ceremony ini, momen yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan proyek," ujarnya, melalui siaran pers, Sabtu (4/5/2024).

Sebagaimana diketahui, tiang pancang dalam first piling ini akan menopang struktur atau peralatan yang berada di atasnya. Sehingga, keselamatan juga harus menjadi landasan bagi upaya bersama.

Bagi Pupuk Kaltim, kata Wahju, keselamatan bukan sekadar persyaratan. Namun, merupakan nilai fundamental yang dijunjung tinggi.

"Ini adalah landasan operasi, yang memandu setiap keputusan dan tindakan yang akan kami ambil. Baik sebagai owner, kontraktor, subkontraktor ataupun pekerja di lapangan, semua memiliki tanggung jawab bersama untuk memprioritaskan keselamatan di atas segalanya," ungkapnya.

Menurut Wahju, pelaksanaan first piling dan safety commitment ceremony ini menandai bukan hanya awal dari upaya konstruksi proyek revamping ini.

Baca juga : Dorong Ekonomi Jelang Lebaran, PalmCo Gelar Mudik Gratis Dan Pasar Murah

Namun, juga awal dari komitmen teguh perusahaan terhadap aspek keselamatan dan keberlanjutan.

Lebih lanjut Wahju menjelaskan, sebagai salah satu bentuk aktivitas revamping, pihaknya juga akan melakukan penambahan alat dan pembaruan atau modifikasi untuk alat yang sudah ada.

Ia berharap, upaya ini dapat meningkatkan daya saing produk amonia dan urea eksisting Pupuk Kaltim, sehingga tidak hanya dapat melahirkan produk berkualitas untuk mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.

Menurutnya, jika sudah beroperasi penuh setelah revamping, pabrik 2 ini diperkirakan bisa meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi konsumsi gas yang berdampak pada penurunan emisi CO2 (Karbondioksida).

"Nantinya, Pabrik 2 juga dapat menurunkan konsumsi energi sebesar 4 MMBtu per ton amonia, sehingga turut menekan emisi CO2 setara dengan penurunan emisi sebesar 110.000 ton CO2 per tahun," ujar Wahju.

Baca juga : Dukung Transisi Energi, BNI Danai Proyek PLTS di Bali

Selain revamping Pabrik 2 ini, pihaknya terus gencar menggagas berbagai inisiatif untuk mendukung pencapaian target dekarbonisasi melalui beberapa program.

Yakni, mulai dari pembangunan pabrik soda ash, community forest (program penanaman pohon dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah), hingga pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan, salah satunya dengan penjajakan teknologi clean ammonia.

Wahju menambahkan, upaya dekarbonisasi ini menargetkan penurunan emisi karbon sebanyak 32 persen di 2030, sebagai bentuk dukungan program pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission (NZE).

Ke depannya, Pupuk Kaltim akan terus berinovasi dan melahirkan produk berkualitas dan berkelanjutan.

"Ini sejalan dengan peran kami sebagai pelopor transformasi hijau industri di Indonesia,” pungkas Wahju.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.