BREAKING NEWS
 

Adaro Sabet Penghargaan Perpajakan

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 18 November 2019 14:38 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyerahkan penghargaan pajak kepada Adaro Energy yang diwakili Head of Tax Division PT Adaro Energy Tbk (Adaro), Jul Seventa Tarigan. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Adaro Energy Tbk menerima penghargaan sebagai The Most Tax Friendly Corporate dalam Tempo Country Contributor Award 2019. 

Penghargaan diserahkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati kepada Head of Tax Division PT Adaro Energy Tbk (Adaro), Jul Seventa Tarigan. Sri Mulyani didampingi Dirjen Pajak Suryo Utomo.

Baca juga : Melunak, Suharso Upayakan Islah

Jul Seventa Tarigan mengatakan, sebagai perusahaan nasional, Adaro berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi pembangunan dan kemajuan ekonomi Indonesia melalui pajak dan royalti. "Tahun 2018 Adaro telah memberikan kontribusi kepada negara senilai total 721 juta dolar AS yang terdiri dari 378 juta dolar AS dalam bentuk royalti dan 343 juta dolar AS dalam bentuk pajak," kata Jul Seventa Tarigan dalam keterangannya, Senin (18/11).

Adsense

Dirjen Pajak juga telah mengukuhkan salah satu anak perusahaan yakni PT Adaro Indonesia sebagai WP Kriteria Tertentu (WP Patuh) untuk periode 1 Januari 2018 sampai 31 Desember 2019.

Baca juga : Menanti Gebrakan

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Hestu Yoga Seksama mengatakan, untuk memenuhi syarat sebagai WP Patuh, serangkaian kriteria aturan yang ketat dalam pelaporan pajak harus dipenuhi. Termasuk kepatuhan terhadap pembayaran pajak dan laporan keuangan status wajar tanpa pengecualian selama tiga tahun terakhir.

"Selain itu WP tidak pernah melakukan tindak pidana perpajakan dalam lima tahun terakhir," ucap Hestu Yoga. 

Baca juga : Edson Tavares Pede Persija Menang Lawan Persela Lamongan

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengapresiasi, para penerima penghargaan yang diberikan dalam Tempo Country Contributor Award 2019. Ia mengatakan, kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan bukan hanya karena takut pada hukum, namun lebih karena peduli pada negara dan perekonomian dalam negeri.

"Kita sangat mengandalkan kesadaran dari wajib pajak untuk terus bekerja sama dan berkolaborasi pemerintah. Dengan begitu, kita akan punya kualitas masyarakat yang baik dan akan mewujudkan efisiensi dan produktivitas ekonomi yang tinggi," katanya. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense