RM.id Rakyat Merdeka - Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan potensi digital ekonomi Indonesia, yang akan mencapai Rp 4.500 triliun dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, dalam pertemuan dengan CEO YouTube Neal Mohan Dan CEO TikTok Shou Zi Chew saat dinner bersama para anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Museum Louvre, Paris, Prancis, Sabtu (26/7/2024).
“Mereka percaya dan siap mendukung potensi digital ekonomi yang dimliki Indonesia. Mereka juga siap untuk mendorong kreator dalam negeri, dengan tetap menjaga kultur Indonesia yang baik ke seluruh dunia,” ujar Erick via Instagram, Sabtu (26/7/2024).
Bertemu Pendiri Grameen Bank
Baca juga : Setara Institute Dukung Rencana Aksi Cegah Ekstremisme Di Indonesia
Saat dinner bersama para IOC Member, Erick juga bertemu dengan orang-orang hebat lainnya. Seperti pendiri Grameen Bank Muhammad Yunus dan pemilik pabrik baja terbesar kedua di dunia Lakhsmi Mittal.
Baca juga : Mendag AS Dukung Penguatan Kinerja Ekonomi Indonesia, Investasi EBT Termasuk
Grameen Bank yang didirikan Muhammad Yunus, ditujukan untuk memberikan pinjaman skala kecil untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tidak mampu meminjam dari bank umum.
Konsep ini menjadi inspirasi untuk program yang sudah dijalankan di Indonesia yaitu PNM Mekaar yang saat ini sudah memiliki 15,2 juta nasabah.
Baca juga : Semarak, Puluhan Ribu Warga Hadiri Diskusi Literasi Digital Kominfo di Tulang Bawang
"Saya juga bertemu dengan Lakshmi Mittal yang berasal dari India, dan sempat merintis usahanya di Indonesia. Lakshmi Mittal sempat membangun pabrik baja di Indonesia pada 1976 sekaligus membantu membuka lapangan pekerjaan di Indonesia,” papar Erick.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.