BREAKING NEWS
 

Gandeng 3 Korporasi Jepang & PLN, Pupuk Indonesia Garap Proyek Amonia Hijau Hybrid Pertama di Dunia

Reporter : IRMA YULIA
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 21 Agustus 2024 21:39 WIB
Sebagai langkah strategis Pupuk Indonesia akan mengembangkan proyek amonia hijau hybrid pertama di dunia. (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagai langkah strategis untuk capai pertumbuhan berkelanjutan, PT Pupuk Indonesia (Persero) akan mengembangkan proyek amonia hijau hybrid pertama di dunia.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, pengembangan proyek ini dilakukan melalui kerja sama dengan dua korporasi asal Jepang, yaitu ITOCHU Corporation (ITOCHU) dan Toyo Engineering Corporation (TOYO).

Pihak terkait telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan atau Joint Development Agreement (JDA) bertajuk Green Ammonia Initiative from Aceh (Project GAIA), pada 2nd Asia Zero Emission Community (AZEC) Ministerial Meeting, di Jakarta, Rabu (21/8/2024).

Ia menilai, kerja sama ketiga perusahaan ini akan menjadi langkah penting dalam mendorong industrialisasi di dalam negeri, khususnya pengembangan green ammonia, yang dinilai akan berdampak terhadap perekonomian nasional.

“Dalam Project GAIA, Pupuk Indonesia akan memproduksi amonia hijau menggunakan pabrik amonia yang teknologi prosesnya dirancang dan dibangun TOYO pada tahun 2000-an," ujar Rahmad, melalui siaran pers, Rabu (21/8/2024).

Selanjutnya, kata Rahmad, amonia hijau ini akan dipasok kepada ITOCHU sebagai bahan baku marine fuel, sehingga membentuk sebuah value chain yang komprehensif.

Baca juga : McDonald’s Ampera Raih Sertifikat Bangunan Gedung Hijau Pertama di Indonesia

"Sekaligus, menjadi yang pertama di Indonesia dan dunia,” ungkapnya.

Rahmad menjelaskan, tujuan dari project GAIA ini adalah untuk memproduksi green ammonia (amonia hijau) di pabrik pupuk PIM-2 milik Pupuk Iskandar Muda, yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Aceh.

Selain itu, produksi amonia hijau akan didukung oleh instalasi electrolyzer pada pabrik pupuk.

Menurutnya, teknologi electrolyzer ini berfungsi untuk mendapatkan unsur hidrogen dari senyawa air, dengan sumber energi untuk proses elektrolisis air yang berasal dari sumber energi terbarukan.

Hidrogen yang dihasilkan dalam proses tersebut, kata Rahmad kemudian direaksikan dengan nitrogen untuk kemudian menjadi amonia.

Adsense

"Proses ini tidak menghasilkan jejak karbon sama sekali, sehingga disebut juga dengan amonia hijau,"ujarnya.

Baca juga : Gandeng Chevron, Pupuk Indonesia Gelar Studi Pengembangan Teknologi Penangkapan Karbon

Tak hanya itu, inisiatif ini juga akan diperluas ke pabrik-pabrik amonia lain yang ada di bawah Pupuk Indonesia Grup, maupun pabrik amonia di negara lainnya pada masa mendatang.

Rahmad menambahkan, proyek ini telah dipilih Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI) sebagai salah satu proyek dalam Global South Future-Oriented Co-Creation Business Expense Subsidy.

Bahkan, program ini memberikan subsidi kepada 13 proyek yang berorientasi masa depan di ASEAN (The Association of Southeast Asian Nations).

Lebih lanjut Rahmad mengatakan, pengembangan tahap awal, yakni Front End Engineering Design Project GAIA akan dimulai pada Agustus 2024.

Bersamaan dengan itu, Pupuk Indonesia, ITOCHU dan TOYO akan membentuk perusahaan patungan (Joint Venture Company), dengan keputusan investasi final (Final Investment Decision) yang diharapkan dapat dicapai pada paruh pertama 2025.

"Target operasi komersial pada 2027," harapnya.

Baca juga : Kolaborasi Garuda Indonesia SOTF & Bank Mandiri Hadirkan Promo Diskon Tiket Hingga 80 Persen

Bersamaan acara ini, Pupuk Kujang juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PLN Indonesia Power dan IHI Corporation (IHI) terkait kerja sama studi amonia hijau dan pelaksanaan demonstrasi co-firing ammonia.

 Rahmad berharap, kerja sama ini dapat menemukan metode operasional terbaik untuk melakukan produksi amonia hijau dan mengurangi emisi pada pembangkit listrik tenaga uap berbasis batubara.

Rencananya, sambung Rahmad, Pupuk Kujang akan menyuplai amonia hijau yang akan digunakan untuk proses co-firing di PLTU Labuan milik PLN yang berlokasi di Banten, Jawa Barat.

Sementara itu, IHI akan melakukan instalasi electrolyzer di PLTU Labuan untuk dikirim ke Pupuk Kujang, serta memasang burner khusus untuk proses co-firing pada PLTU Labuan.

Sedangkan, Pupuk Indonesia menjadi rekan strategis yang tepat untuk semakin mengembangkan produksi green ammonia di Indonesia.

"Kerja sama ini tidak hanya mendukung hilirisasi industri dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, serta mendukung target pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission di 2060,” pungkas Rahmad.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense