RM.id Rakyat Merdeka - Swasembada energi yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto bakal memperkuat ketahanan energi di dalam negeri. Peluang pertumbuhan ekonomi hijau juga semkin terbuka lebar.
Anggota Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Arsjad Rasjid menilai, Indonesia sangat bisa mencapai swasembada energi karena memiliki potensi besar berbasis alam, energi terbarukan dan teknologi penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS).
“Pada tahun 2030 peluang ekonomi hijau di Indonesia diperkirakan sekitar 100 miliar-125 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.961 triliun,” kata Arsjad kepada Rakyat Merdeka, Minggu (27/10/2024).
Baca juga : Progres Mega Proyek Kilang Balikpapan Capai 91 Persen
Direktur Utama PT Indika Energy Tbk ini mengatakan, ada sejumlah tantangan yang harus diatasi untuk mencapai swasembada energi.
Berdasarkan Indeks Trilema Energi Dunia 2022, Indonesia masih berada di peringkat 58, tertinggal dibandingkan Vietnam, Malaysia dan Singapura.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini mengatakan, tantangan utama itu di antaranya, ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Baca juga : Gaji Petugas Damkar Bakal Dinaikkan 2025
Pada 2023, pasokan energi di Indonesia masih didominasi bahan bakar fosil, yakni 40 persen terdiri dari batubara dan 30 persen terdiri dari minyak.
Batubara mendominasi di industri, sedangkan minyak mendominasi di sektor transportasi. Hal ini menjadi masalah karena semakin berkurangnya produksi minyak dalam negeri. Hal ini memaksa Indonesia melakukan impor minyak karena permintaan yang tetap tinggi.
Meski memiliki potensi energi terbarukan sekitar 1.000-1.250 Giga Watt (GW), pertumbuhan energi terbarukan di Indonesia baru berkisar pada 0,5 GW per tahun sejak 2014, masih tertinggal dari Malaysia dan Vietnam.
Baca juga : Real Madrid Vs Barcelona 0-4, El Clasico Jadi Laga Pembantaian
Selanjutnya, Indonesia juga memiliki tantangan infrastruktur. Potensi energi terbarukan tersebar di luar Pulau Jawa, sementara 60-70 persen permintaan energi terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.