Dark/Light Mode

Serap 11 Ribu Tenaga Kerja

Progres Mega Proyek Kilang Balikpapan Capai 91 Persen

Senin, 28 Oktober 2024 07:00 WIB
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional PT KPI Taufik Aditiyawarman kiri berbincang bersama Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Internasional Didik Bahagia di area unit RFCC atau Residual Fluid Catalytic Cracking, Kilang Balikpapan, Jumat 24/10/2024. (Foto. Dok. KPI)
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional PT KPI Taufik Aditiyawarman kiri berbincang bersama Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Internasional Didik Bahagia di area unit RFCC atau Residual Fluid Catalytic Cracking, Kilang Balikpapan, Jumat 24/10/2024. (Foto. Dok. KPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertamina memastikan proyek Strategis Nasional (PSN), Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, berjalan lancar. Progres proyek ini telah mencapai 91 persen dan secara keseluruhan dipatok selesai tahun depan.

Proyek ini akan menjadi salah satu legacy Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional. Karena RDMP merupakan proyek kilang terbesar Pertamina sepanjang sejarah.

PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) merilis, hingga Oktober 2024, progres total pembangunannya sudah mencapai 91,44 persen. Sebagian besar unit revamping dan utilities sudah siap beroperasi. Total proyek ini sebesar 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp 116 triliun.

Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman mengatakan, proyek RDMP Balikpapan tidak hanya bertujuan menaikkan kapasitas pengolahan dan kompleksitas kilang.

“Namun juga akan meningkatkan kemampuan KPI dalam memproduksi BBM (Bahan Bakar Minyak) setara Euro V,” kata Taufik kepada awak media saat melakukan kunjungan ke Kilang Balikpapan, Jumat (25/10/2024).

Proyek RDMP Balikpapan telah melewati berbagai fase penting. Di antaranya peningkatan kapasitas pengolahan Crude Oil Distillation (CDU) Unit 4 dari 200 ribu barel per hari menjadi 300 ribu barel per hari. Sehingga total kapasitas pengolahan Kilang Balikpapan menjadi 360 ribu barel per hari.

Baca juga : Gaji Petugas Damkar Bakal Dinaikkan 2025

Di area proyek, rombongan melintasi bangunan serupa tangki dengan diameter yang besar. Mirip bola raksasa. Dua tangki bola existing, dan terlihat 8 tangki dalam tahap pembangunan. Fungsi tangki ini untuk menyimpan gas, elpiji, propilen saturated gas. Bentuknya yang seperti bola, supaya tekanan gasnya berimbang.

Rombongan juga melihat langsung, unit RFCC atau Residual Fluid Catalytic Cracking. Ini adalah unit paling penting dari pembangunan kilang. Berat peralatan di RFCC totalnya mencapai 3.743 ton. Berat peralatan ini mencapai 12 kali berat pesawat Boeing 737-800.

Bangunan unit RFCC terdiri dari 14 tingkat, dilengkapi dengan fasilitas lift untuk memudahkan operator melakukan pengawasan, pengecekan, dan maintenance (perawatan). Di samping lift, terdapat tangga besi berliku-liku, seperti ular tangga.

RFCC di Kilang Balikpapan memiliki kapasitas pengolahan 90 ribu barel per hari. Sementara RFCC di Kilang Cilacap, Jawa Tengah berkapasitas 54 ribu barel per hari. Dan RFCC di Kilang Balongan Jawa Barat, berkapasitas 83 ribu barel perhari.

“Mudah-mudahan keseluruhan proyek RDMP Balikpapan dapat terselesaikan pada September 2025,” harap Taufik.

Saat kunjungan, tampak beberapa orang asing terlihat di area site Kilang Balikpapan. Menurut Taufik, mereka adalah licensor axens dari Prancis yang tengah melakukan final check unit RFCC.

Baca juga : Real Madrid Vs Barcelona 0-4, El Clasico Jadi Laga Pembantaian

Oh iya, fungsi RFCC ini untuk mengolah residu yang bernilai ekonomi rendah jadi produk BBM dan non BBM bernilai tinggi, sehingga dapat meningkatkan keuntungan kilang.

Di dalamnya terdiri dari berbagai peralatan. Antara lain pipa riser, regenerated catalyst stand pipe, stripper, spent catalyst stand pipe, dan dua regenerator. Regenerator ini bentuknya menyerupai gelas terbalik berwarna hijau.

“Warna hijau di regenerator bisa berubah jika terjadi kerusakan atau malfunction,” kata Vice President (VP) Construction PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) Sabar P Simatupang kepada wartawan.

Rombongan juga sempat melewati deretan tangki yang usianya hampir seabad. Jumlahnya cukup banyak. Saking banyaknya, mirip tank farm (peternakan tangki). Tangki-tangki itu berwarna keperakan, dengan karat di sana-sini. Tapi masih bisa beroperasi dengan layak. Sebagian dalam tahap modifikasi.

Rencananya, beberapa tangki akan di-upgrade untuk menampung feedstock (bahan baku minyak mentah), ada juga untuk produk minyak setengah jadi, produk yang sudah jadi. Dan produk yang siap dipasarkan.

Proyek RDMP Balikpapan juga dinilai memiliki tingkat kesulitan paling tinggi, rumit dan berisiko. Karena bukan perkara gampang membangun kilang baru di tengah lokasi kilang yang masih beroperasi.

Baca juga : MotoGP Thailand 2024, Ducati Kunci Gelar Juara Tim

Dalam pelaksanaannya, KPI harus memastikan kedua kegiatan, yakni operasional dan proyek RDMP Balikpapan berlangsung bersamaan.

Sabar mengatakan, sulitnya membangun kilang baru di tengah kilang yang sedang beroperasi menjadi tantangan bagi Pertamina, selaku induk usaha PT KPI.

“Bu Nicke (Dirut Pertamina Nicke Widyawati) mengibaratkan, seperti memperbaiki gerbong kereta saat kereta sedang berjalan. Ini memang challenge, beda dengan bangun kilang baru di lahan yang kosong,” kata Sabar.

Dalam menjalankan proyek tersebut, Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan harus melakukan mitigasi risiko dan terus berkoordinasi. Pelaksanaannya juga menerapkan prinsip kehati-hatian. Seragam pekerja di lapangan dibedakan. Jalur jalannya juga dipisah demi memudahkan mitigasi.

“Bayangkan, ada 22 ribu orang yang bekerja di kilang yang areanya terbatas. Tidak semua orang boleh masuk, “ kata VP Project Delivery Excellence PT Kilang Pertamina Internasional Setyo Pitoyo.

Setyo mengatakan, prinsip kehati-hatian dilakukan sebagai upaya memitigasi risiko, sehingga memudahkan dalam pengawasan. “Jadi, pekerja bisa kami kontrol,” imbuhnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.