BREAKING NEWS
 

Dipaparkan Di Hadapan Ratusan Pengembang

Pemerintah Dan BTN Kantongi Jurus Bangun 3 Juta Rumah

Reporter & Editor :
FAZRY
Minggu, 10 November 2024 07:05 WIB
(Dari kiri) Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu, saat foto bersama usai menjadi pembicara dalam diskusi dengan tema, Gotong Royong Membangun Rumah Untuk Rakyat, di Jakarta, Jumat (8/11/2024). Foto: AMA/RAKYAT MERDEKA/RM.id

 Sebelumnya 
Dalam acara diskusi terse­but, Nixon mengatakan, BTN telah menyalurkan 5,5 juta KPR subsidi dan non subsidi. Baik melalui KPR (Kredit Pemilikan Rumah Konvensional) maupun pembiayaan syariah sejak 1976.

Belakangan ini, kata Nixon, semakin banyak kaum milenial, perempuan dan pekerja sektor informal yang membeli rumah pertama dengan KPR. Sehingga prospek sektor perumahan Indo­nesia sangat prospektif di masa depan.

Terutama untuk pekerja sektor informal, imbuh Nixon, yang jika tidak ada program rumah subsidi, mereka tidak bisa mem­beli rumah. Selain itu, Indonesia masih punya isu nasional, yakni backlog (gap antara permintaan dan kesediaan rumah), kepe­milikan rumah sebanyak 9,9 juta, dan lebih dari 50 persen masyarakat miskin menghuni rumah tidak layak huni.

Baca juga : Banyak Pengembang Belum Serahkan Aset Fasos-Fasum

“Berdasarkan data dari PLN, angkanya sampai 24 juta rumah tidak layak huni,” papar Nixon.

Kajian BTN menunjukkan, isu utama perumahan di daerah dari sisi demand, di antaranya masih terkait pendataan kebutuhan rumah dengan sistem by name, by address, serta tumpang tindih peraturan terkait kewenangan penyelenggaraan perumahan bagi MBR.

Sedangkan di sisi supply, lanjut Nixon, BTN melihat ma­sih belum adanya sinkronisasi perencanaan tata ruang antara daerah dan pusat.

Baca juga : Chelsea Vs Arsenal, The Gunners Tanpa Sterling

Sebab itu, kata Nixon, BTN terus memberikan masukan ke­pada Pemerintah, agar program rumah rakyat bisa terealisasi secara jangka panjang.

“Karena sektor perumahan memiliki multiplier effect atau dampak turunan terhadap 185 subsektor lainnya, yang mayori­tas bersifat padat karya,” beber Nixon.

Tidak kalah pentingnya, pem­bangunan sektor perumahan secara masif akan menciptakan lapangan kerja.

Baca juga : Jawara Ditentukan Di Barcelona

Berdasarkan perhitungan BTN, setiap pembangunan satu rumah dapat menyerap lima tenaga kerja. Sehingga pem­bangunan 100 ribu rumah akan menyerap 500 ribu tenaga kerja per tahunnya. EFI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Minggu, 10 November 2024 dengan judul "Dipaparkan Di Hadapan Ratusan Pengembang, Pemerintah Dan BTN Kantongi Jurus Bangun 3 Juta Rumah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense