BREAKING NEWS
 

Siap Melantai Di Bursa Tahun 2025

IPO Inalum Diyakini Bakal Dilirik Investor

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Sabtu, 28 Desember 2024 07:05 WIB
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo. Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Indeks LQ45 adalah indeks pasar saham di Bursa Efek Indo­nesia (BEI) dari 45 perusahaan yang memenuhi kriteria tertentu. Termasuk dalam 60 perusa­haan teratas dengan kapitalisasi pasar tertinggi dalam 12 bulan terakhir.

Toto melihat, Inalum menjadi salah satu grup holding Mind ID yang cocok atau menjanjikan di bursa saham. Sebab, Inalum menjadi produsen alumunium terbesar di dalam negeri.

Per 22 Desember 2024, Inalum memproduksi aluminium sebanyak 265.546 metrik ton, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa. Kemudian, pada tahun 2024, Inalum menargetkan produksi aluminium sebanyak 274.140 ton.

Baca juga : Bapanas Minta Pemda Perbarui Neraca Pangan

“Inalum juga jadi bagian Mind ID yang berperan mewujudkan hilirisasi dan ke­mandirian industri aluminium nasional. Maka, diperlukan dukungan modal kuat dari pasar,” katanya.

Tak hanya itu, Toto menilai, IPO perlu menjadi salah satu prioritas bagi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Terutama saat pasar berada dalam kondisi yang tepat. Seperti, per­tumbuhan ekonomi nasional sta­bil, atau situasi keuangan global membaik.

Sementara, kekayaan sumber daya mineral Indonesia yang besar menjadi modal Holding Mind ID. Khususnya, dalam mengembangkan energi terba­rukan hingga transisi menuju ekonomi rendah karbon di masa depan.

Baca juga : Penumpang Bakal Migrasi Ke MRT, Beban Tarif Naik

Corporate Secretary Mind ID Heri Yusuf mengatakan, komoditas seperti tembaga, aluminium, nikel, mangan, kobalt, hingga timah, adalah bahan baku krusial bagi pengembangan teknologi energi bersih.

“Dalam pengembangan in­dustri solar panel, Indonesia telah mampu memproduksi perovskite solar cell. Turunan mineral timah, memiliki kemampuan penyerapan spektrum cahaya lebih baik dibandingkan sel silikon konvensional,” jelas Heri dalam keterangan pers, Jumat (27/12/2024).

Untuk sektor pembangkit lis­trik, mineral seperti aluminium, nikel dan baja, menjadi bahan utama dalam pembuatan rangka dan mesin. Baik Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), mau­pun Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB).

Baca juga : Lazio Vs Atalanta, Buru Kemenangan Di Akhir Tahun

Di sektor hilir, Heri mengatakan, Indonesia memiliki peluang besar dalam pengem­bangan industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Didukung oleh basis pasar do­mestik yang besar.

“Komoditas seperti aluminium, nikel, karbon, tembaga, hingga timah menjadi mineral utama mendukung terbentuknya ekosistem industri kendaraan lis­trik di Indonesia,” katanya. DWI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Sabtu, 28 Desember 2024 dengan judul "Siap Melantai Di Bursa Tahun 2025, IPO Inalum Diyakini Bakal Dilirik Investor"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense