Sebelumnya
Indeks LQ45 adalah indeks pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari 45 perusahaan yang memenuhi kriteria tertentu. Termasuk dalam 60 perusahaan teratas dengan kapitalisasi pasar tertinggi dalam 12 bulan terakhir.
Toto melihat, Inalum menjadi salah satu grup holding Mind ID yang cocok atau menjanjikan di bursa saham. Sebab, Inalum menjadi produsen alumunium terbesar di dalam negeri.
Per 22 Desember 2024, Inalum memproduksi aluminium sebanyak 265.546 metrik ton, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa. Kemudian, pada tahun 2024, Inalum menargetkan produksi aluminium sebanyak 274.140 ton.
Baca juga : Bapanas Minta Pemda Perbarui Neraca Pangan
“Inalum juga jadi bagian Mind ID yang berperan mewujudkan hilirisasi dan kemandirian industri aluminium nasional. Maka, diperlukan dukungan modal kuat dari pasar,” katanya.
Tak hanya itu, Toto menilai, IPO perlu menjadi salah satu prioritas bagi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Terutama saat pasar berada dalam kondisi yang tepat. Seperti, pertumbuhan ekonomi nasional stabil, atau situasi keuangan global membaik.
Sementara, kekayaan sumber daya mineral Indonesia yang besar menjadi modal Holding Mind ID. Khususnya, dalam mengembangkan energi terbarukan hingga transisi menuju ekonomi rendah karbon di masa depan.
Baca juga : Penumpang Bakal Migrasi Ke MRT, Beban Tarif Naik
Corporate Secretary Mind ID Heri Yusuf mengatakan, komoditas seperti tembaga, aluminium, nikel, mangan, kobalt, hingga timah, adalah bahan baku krusial bagi pengembangan teknologi energi bersih.
“Dalam pengembangan industri solar panel, Indonesia telah mampu memproduksi perovskite solar cell. Turunan mineral timah, memiliki kemampuan penyerapan spektrum cahaya lebih baik dibandingkan sel silikon konvensional,” jelas Heri dalam keterangan pers, Jumat (27/12/2024).
Untuk sektor pembangkit listrik, mineral seperti aluminium, nikel dan baja, menjadi bahan utama dalam pembuatan rangka dan mesin. Baik Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), maupun Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB).
Baca juga : Lazio Vs Atalanta, Buru Kemenangan Di Akhir Tahun
Di sektor hilir, Heri mengatakan, Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Didukung oleh basis pasar domestik yang besar.
“Komoditas seperti aluminium, nikel, karbon, tembaga, hingga timah menjadi mineral utama mendukung terbentuknya ekosistem industri kendaraan listrik di Indonesia,” katanya. DWI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Sabtu, 28 Desember 2024 dengan judul "Siap Melantai Di Bursa Tahun 2025, IPO Inalum Diyakini Bakal Dilirik Investor"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.