BREAKING NEWS
 

Ekonomi Indonesia Tahun Ini Kokoh, APBN Sukses Menjaga Daya Beli Masyarakat

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Jumat, 7 November 2025 06:35 WIB
Menteri Keuangan Menkeu) Purbaya udhi Sadewa (kanan) enghadiri Wisuda oliteknik Keuangan egara STAN tahun 025 di Jakarta, Rabu 5/11/2025). (Foto: Dok. Kemenkeu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 dapat mencapai 5,2 persen. Hal ini seiring dengan terjaganya momentum ekspansi kegiatan ekonomi dan penguatan fundamental domestik.

Optimisme tersebut sejalan dengan kinerja ekonomi nasional pada kuartal III-2025 yang tumbuh 5,04 persen year on year (yoy) dan 1,43 persen quarter to quarter (q/q). Meski sedikit melambat dari 5,12 persen pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan ini tetap mencerminkan ekspansi yang tangguh dan menyeluruh. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, capaian ekonomi tersebut mencerminkan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

“Capaian ekonomi pada triwulan III-2025 menunjukkan peran penting APBN sebagai instrumen utama stabilitas dan pengungkit pertumbuhan,” kata Purbaya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (6/11/2025). 

Menurut dia, APBN dikelola secara efektif dan diperkuat dengan koordinasi erat bersama otoritas moneter dan sektor keuangan. 

Baca juga : Himbara Jadi Pilar Keuangan Nasional

“APBN sukses berperan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung kinerja dunia usaha, agar lebih berdaya saing, terutama di tingkat global,” ujarnya. 

Purbaya menjelaskan, dukungan fiskal juga dilakukan melalui penempatan Rp 200 triliun kas negara di perbankan nasional untuk memastikan likuiditas ekonomi memadai dan menopang investasi berkelanjutan. 

Untuk menjaga daya beli dan memperkuat kinerja dunia usaha di kuartal IV-2025, Pemerintah mengoptimalkan belanja negara melalui program stimulus senilai Rp 34,2 triliun dan delapan program akselerasi senilai Rp 15,7 triliun. 

Adsense

Dia menambahkan, penguatan investasi dan ekspor bernilai tinggi turut didorong melalui peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP). Tujuannya, untuk mempercepat realisasi proyek strategis nasional. 

“Dengan dukungan kebijakan fiskal yang adaptif dan koordinasi kebijakan nonfiskal yang memperkuat iklim usaha, Pemerintah meyakini target pertumbuhan 5,2 persen akan tercapai di akhir tahun ini,” yakin Purbaya. 

Baca juga : Stasiun Tanah Abang Baru Megah Dan Mewah, Penumpang Makin Happy Naik Kereta

Optimisme Pemerintah tersebut turut diamini ekonom global Shan Saeed. 

“Ini bukan perlambatan, tapi konsolidasi sehat di tengah siklus ekonomi yang tetap konstruktif,” ujar Saeed yang juga Global Chief Economist Juwai IQI, Rabu (5/11/2025). 

Juwai IQI adalah grup teknologi real estate internasional yang berfokus pada pasar properti global dan berkantor pusat di Kuala Lumpur, Malaysia. 

Saeed menilai, Indonesia menunjukkan stabilitas struktural yang jarang dimiliki negara berkembang lain di kawasan. Dengan proyeksi pertumbuhan penuh tahun di kisaran 5,0–5,8 persen, dia mengatakan, Indonesia masih menjadi jangkar ketenangan makroekonomi di Asia Tenggara berkat kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang disiplin. 

“Indonesia sedang menunjukkan stabilitas struktural yang jarang dimiliki negara berkembang lain,” katanya. 

Baca juga : Kasus Suap Proyek RSUD Kolaka Timur, KPK Tetapkan 3 TSK Baru

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menekankan pentingnya memperkuat konsumsi domestik untuk menjaga momentum pertumbuhan. “Kunci untuk mendorong pertumbuhan di atas 5 persen bahkan hingga 6 persen, adalah memperkuat konsumsi domestik,” kata Eko. 

Menurutnya, pembukaan lapangan kerja menjadi kunci untuk memperkuat daya beli masyarakat. “Kalau kerja, pasti konsumsinya akan meningkat,” ujarnya. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense