Dark/Light Mode

Laporan Data BPS Terbaru

Perekonomian Bertumbuh, Kualitas Hidup Membaik

Kamis, 6 November 2025 07:50 WIB
Infografis pertumbuhan ekonomi Indonesia, triwulan III-2025. (Foto: Dok. BPS)
Infografis pertumbuhan ekonomi Indonesia, triwulan III-2025. (Foto: Dok. BPS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan kinerja ekonomi nasional triwulan III-2025. Hasilnya, perekonomian Indonesia tetap tumbuh solid di tengah dinamika global, kualitas hidup masyarakat juga terus membaik.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal III mencapai 5,04 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibanding periode sama tahun lalu yang tumbuh 4,9 persen. 

Jika dibandingkan dengan triwulan II-2025, ekonomi mengalami kontraksi tipis 0,08 persen. Namun secara kumulatif, Januari–September 2025 tumbuh 5,01 persen. “Pola ini masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana triwulan III biasanya lebih rendah dari triwulan II,” ujar Edy di Jakarta, Rabu (5/11/2025). 

Baca juga : 50,5 Juta Orang Sudah Cek Kesehatan Gratis, 95 Persen Terdeteksi Mager Alias Malas Gerak

Industri pengolahan menjadi sektor dengan kontribusi terbesar, tumbuh 5,54 persen. Secara tahunan, kontribusi industri terhadap PDB naik dari 19,02 persen menjadi 19,15 persen. Selain industri pengolahan, empat sektor lain dengan porsi besar terhadap PDB adalah pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Dari kelimanya, industri pengolahan menjadi pendorong utama pertumbuhan. 

Jika dilihat lebih dalam, industri makanan dan minuman mencatat pertumbuhan 6,49 persen, sementara industri logam dasar melesat 18,62 persen. “Kinerja logam dasar didorong oleh peningkatan permintaan luar negeri, terutama untuk besi dan baja,” kata Edy. 

Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan 11,65 persen. Peningkatan ini terjadi karena lonjakan permintaan dalam dan luar negeri. “Pada triwulan sebelumnya, pertumbuhannya hanya 9,39 persen,” tambahnya. Ekspor turut menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi 5,04 persen. 

Baca juga : Ada Jejak Indonesia Di Australian War Memorial Museum

Ekspor barang tumbuh 9,91 persen pada triwulan III, dengan ekspor nonmigas meningkat 12,56 persen. Komoditas utama yang mendorong ekspor antara lain minyak kelapa sawit, bijih besi, batubara, nikel, gas alam, dan minyak mentah. 

Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara juga memberi kontribusi pada ekspor jasa. 

Dari sisi domestik, investasi yang tercermin dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,04 persen, sementara konsumsi pemerintah naik 5,49 persen. “Konsumsi rumah tangga juga tetap terjaga. Realisasi investasi asing maupun domestik tumbuh 13,89 persen yoy,” papar Edy. 

Baca juga : Bangkitkan Semangat Kewirausahaan, BRI Hadirkan Pengusaha Muda BRILiaN 2025 Untuk Wujudkan UKM Naik Kelas

Kenaikan konsumsi masyarakat tercermin dari peningkatan pengeluaran untuk makanan, minuman, dan akomodasi sebesar 5,76 persen, serta barang dan jasa lainnya yang tumbuh 7,49 persen yoy. 

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang utama PDB sebesar 53,14 persen. PMTB berkontribusi 29,09 persen. “Artinya, lebih dari 82 persen PDB masih didorong oleh konsumsi dan investasi,” ujar Edy. 

Kebijakan ekonomi turut menopang kinerja positif ini. Penetapan suku bunga acuan BI sebesar 4,75 persen pada September 2025 serta pengendalian inflasi menjadi kombinasi penting menjaga momentum pertumbuhan. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.