Sebelumnya
Selain itu, skema Padat Karya Tunai di Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Kehutanan telah menyerap anggaran total Rp 7,81 triliun dengan serapan puluhan ribu tenaga kerja.
Pemerintah juga mempercepat deregulasi investasi melalui Satgas Debottlenecking yang telah menyelesaikan 23 pengaduan hingga akhir 2025.
Baca juga : Bulog Siap Ekspor Beras Premium Satu Juta Ton
“Pada 2026, program prioritas akan terus berlanjut untuk menjaga momentum pertumbuhan dan penciptaan kerja,” tutur Haryo.
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai, langkah Pemerintah melanjutkan paket ekonomi ini sudah tepat.
Baca juga : Polda Metro Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Menurutnya, intervensi langsung seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) masih menjadi bantalan krusial bagi kelompok rentan.
“Program ini harus tetap berlanjut karena kondisi ekonomi saat ini masih belum stabil. Masih banyak korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan korban bencana. Kalau tidak mendapat perhatian Pemerintah, mereka akan jatuh miskin dan meningkatkan jumlah kemiskinan ekstrem,” ujar Trubus.
Baca juga : Kesabaran Madrid Setipis Tisu, Alonso Dipecat Karena Drama
Hingga Desember 2025, BLT Sementara Kesejahteraan Rakyat dilaporkan telah menjangkau 33 juta keluarga atau setara 94,8 persen dari target nasional. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 14 Januari 2026 dengan judul "Paket Kebijakan Ekonomi Lanjut Tahun Ini BLT Masih Jadi Bantalan Untuk Kelompok Rentan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.