Dark/Light Mode

Pastikan Tidak Ganggu Stok Nasional

Bulog Siap Ekspor Beras Premium Satu Juta Ton

Rabu, 14 Januari 2026 06:30 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/RM.ID)
Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/RM.ID)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perum Bulog sudah siap mengekspor beras premium mencapai 1 juta ton. Untuk merealisasikan langkah itu, Bulog sudah menawarkan komoditas tersebut ke sejumlah negara di Asia Tenggara.

Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, kebijakan ekspor beras diselaraskan dengan komitmen Pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Saat ini bisa dipastikan kebutuhan nasional terpenuhi alias stok tidak terganggu. Apalagi, target swasembada pangan terus berlanjut. 

Rizal menyebut, stok beras Bulog saat ini mencapai 3,25 juta ton. 

“Kami yakinkan stok beras aman. Kalau pun kepotong 1 juta ton untuk ekspor itu, masih sisa 2,25 juta ton. Stok aman,” tegas Rizal dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas), di Jakarta, Minggu (11/1/2026). 

Rizal berharap, rencana ekspor beras makin memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia sebagai negara swasembada yang mampu memasok pangan ke luar negeri secara konsisten dan berkelanjutan. 

Baca juga : BLT Masih Jadi Bantalan Untuk Kelompok Rentan

Rizal mengungkapkan, pihak sudah mulai menjalin komunikasi dan sudah menawarkan beras-beras tersebut ke negara-negara ASEAN (Association of Southeast Asian Nations). 

“Kami stoknya 1 juta untuk ekspor dengan kualitas premium,” tegasnya. 

Hingga kini, pihaknya belum mendapatkan respons lanjutan dari negara tetangga. Karena hal ini masih akan terus berproses. 

“Dalam beberapa minggu atau beberapa bulan ke depan, mungkin sudah ada jawaban dari beberapa negara-negara tersebut,” katanya. 

Lebih lanjut Rizal membeberkan, dalam Rakornas pada 11-12 Januari lalu, secara khusus membahas target pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) 2026, dengan sasaran penyerapan beras sebesar 4 juta ton atau meningkat dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar 3 juta ton. 

Baca juga : Polda Metro Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selain itu, Bulog menargetkan penyerapan jagung sebesar 1 juta ton, dan kedelai 70 ribu ton. 

Serta, penyaluran minyak goreng sebanyak 720 ribu kiloliter (kl), yang dilaksanakan bersama ID Food dan Agrinas Palma untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia dengan harga terjangkau. 

Di sisi penyaluran, sambung Rizal, Bulog merumuskan strategi penyaluran beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan) sebesar 1,5 juta ton, yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang 2026. 

“Penyaluran beras SPHP ini tidak akan terputus seperti tahun sebelumnya,” katanya. 

Lalu, ditetapkan pula target penyaluran SPHP jagung sebesar 500 ribu ton, bantuan pangan selama empat bulan, penjualan beras premium dan medium ke pasar umum sebesar 2,5 juta ton. 

Baca juga : Kesabaran Madrid Setipis Tisu, Alonso Dipecat Karena Drama

Menurutnya, untuk mendukung kualitas dan tata kelola pengadaan, Bulog menegaskan penerapan kebijakan penyerapan gabah dengan prinsip any quality, disertai persyaratan usia panen yang optimal. 

“Penyerapan semua kualitas gabah masih dilanjutkan tahun ini, karena membantu petani. Tapi, panennya harus sesuai waktunya. Supaya mutu berasnya tetap terjaga,” ungkapnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.