BREAKING NEWS
 

1 Juta Barel Ditambang Dari Area Kerja Pertamina Aljazair

Indonesia Sukses Bring Barrels Home

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Minggu, 1 Februari 2026 08:01 WIB
MT Spyros yang membawa 1 juta barel minyak mentah (crude) terkoneksi dengan Single Point Mooring (SPM) kilang Cilacap, dalam persiapan bongkar muat. (Foto: Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Sejarah baru dilakukan Indonesia di sektor energi. Untuk pertama kalinya, Pertamina sukses membawa 1 juta barel minyak mentah yang ditambang dari area kerja di Aljazair. Keberhasilan ini jadi bukti Indonesia sukses merealisasikan semangat "Bring Barrels Home" atau membawa pulang hasil produksi minyak dari luar negeri.

Bring Barrels Home ini merupakan hasil produksi pertama di bawah perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) Blok 405A. Perpanjangan kontrak ini sekaligus memberikan kepastian hukum bagi kelangsungan operasional Pertamina di Aljazair, Afrika Utara, untuk jangka waktu 25 tahun ke depan.

Minyak sebanyak itu dimuat ke dalam kapal pengangkut bernama MT Sypros. Berlayar dari Pelabuhan Arzew, Aljazair, kapal raksasa itu butuh lebih dari satu bulan mengarungi samudera sampai akhirnya tiba di Cilacap, Jawa Tengah.

Saat bersandar, kapal langsung terhubung dengan Control Room Kilang IV Cilacap untuk memastikan seluruh proses unloading terpantau secara real time dan terintegrasi. Proses ini sekaligus menunjukkan kesiapan dan keandalan infrastruktur Pertamina dalam menerima serta mengolah pasokan minyak mentah dari luar negeri.

Kegiatan penerimaan kargo perdana ini disaksikan dari tiga lokasi yang terhubung langsung. Yakni, Grha Pertamina di Jakarta, Control Room kilang IV Cilacap, dan lokasi operasional di Aljazair.

Baca juga : Purbaya Dorong Ekonomi Lari Kencang Ke 6 Persen

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menjadi aktor penting dalam Bring Barrels Home. Proses sandar dan bongkar muat dilaksanakan di area sandar dan jetty Kilang RU IV Cilacap, sebagai pintu masuk pasokan strategis bagi operasional kilang nasional dan penguatan ketahanan energi domestik.

Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental, I Ketut Laba mengatakan, dalam operasi ini, pihaknya mengerahkan armada pendukung. Kapal Transko Pipit dan Transko Kapodang dikerahkan untuk membantu manuver, pengamanan laut, dan kelancaran proses sandar kapal.

"Dukungan armada tersebut menjadi bagian penting dari layanan ship-to-shore interface. Agar proses bongkar muat berlangsung aman, presisi, dan sesuai standar HSSE," ujar Ketut, Sabtu (32/1).

Keberhasilan distribusi energi lintas benua ini menegaskan bahwa kelancaran pasokan tidak hanya bergantung pada produksi dan kapal pengangkut utama. Melainkan  juga pada kesiapan layanan marine di titik kritikal sandar.

Kesiapan fasilitas jetty, layanan pandu–tunda–tambat, pengamanan perimeter perairan, serta koordinasi operasional terintegrasi menjadi mata rantai kunci dalam memastikan crude oil berpindah dari laut ke sistem kilang tanpa gangguan. Keandala ini memperkuat reliabilitas rantai pasok energi laut–ke–kilang secara menyeluruh.

Adsense

"Kami memastikan setiap tahapan transfer energi di wilayah laut berjalan patuh HSSE, didukung kesiapan personel, armada, dan sistem keselamatan terintegrasi," tegas Ketut.

Baca juga : Ketua OJK Mundur untuk Pulihkan Pasar

Di kesempatan berbeda, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan, pengiriman minyak mentah ini merupakan bukti kontribusi Pertamina dalam mewujudkan ketahanan energi di dalam negeri. "Ini merupakan bukti nyata Pertamina dalam mewujudkan amanah Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," tutur Simon dalam sambutannya di Grha Pertamina, Jakarta, Sabtu (31/1).

Ia menekankan, pengapalan perdana ini mencerminkan sinergi kuat antarentitas di lingkungan Pertamina. Mulai dari PIEP sebagai produsen, Pertamina International Shipping sebagai pelaksana pengapalan, hingga Kilang Pertamina Internasional sebagai pembeli dan pengelola kilang dalam negeri.

"Sinergi ini telah mampu memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok energi global. Membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di kaki sendiri," cetus politisi Partai Gerindra ini.

Untuk diketahui. Pertamina mulai menancapkan kaki di Aljazair sejak meneken kontrak tahunan pada 2002-2003 dengan Sonatrach. Kerja sama itu semakin kuat sejak 2014 ketika Pertamina mengakuisisi hak pengelolaan blok Menzel Lejmat (MLN).

Di kesempatan yang sama, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan mengapresiasi keberhasilan Bring Barrels Home. Menurutnya, kesuksesan ini tidak lepas dari keringat dan kerja keras seluruh Perwira Pertamina yang berdedikasi tinggi dan berbakti kepada Indonesia.

“Seluruh jajaran komisaris akan terus memberikan dukungan untuk mengawal proses di Pertamina hingga minyak mentah ini mampu menjadi produk-produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat di seluruh Indonesia," tegas Iriawan.

Baca juga : Jokowi Ingin Tuntaskan Soal Ijazah di Pengadilan

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai Bring Barrels Home sebagai keberhasilan Pertamina. Menurutnya, upaya itu memberikan dua hal.

Pertama, efisiensi biaya. Fabby mengatakan, dengan membawa pulang minyak mentah dari luar negeri, Pertamina turut membantu penghematan devisa. Lagipula, jika beli minyak dari luar, tentu bianya mahal, dan ada fee pihak ketiga (broker).

Kedua, Bring Barrels Home bisa menjadi pembuktian bahwa Pertamina merupakan perusahaan minyak kelas dunia. "Pertamina mampu beroperasi di kancah internasional," ulas Fabby saat dihubungi, Sabtu (31/1) malam.

Namun, upaya ini masih jauh untuk mencapai swasembada energi. Bring Barrels Home lebih kepada ketahanan energi nasional. "Karena kalau swasembada, harus dari dalam negeri, dan cadangan minyak kita semakin menipis," tutur Fabby.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan masih harus dihadapi. Pertama, Pertamina harus berekspansi ke negara lain dengan risiko geopolitik yang minim. Xontohnya negara-negara di Amerika Latin atau memaksimalkan blok lain di Aljazair.

Selain itu, Pertamina harus mengoptimalkan kilang-kilang di dalam negeri agar siap dan lebih efisien mengolah karakter minyak mentah dari luar negeri. Yang tak kalah pentingnya adalah transparansi dan efisiensi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense