RM.id Rakyat Merdeka - Perum Bulog mengawal pengelolaan pangan nasional secara transparan. Hal tersebut ditunjukkan dengan mengajak perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia berkunjung ke Gudang Bulog Kelapa Gading di Jakarta Utara, Selasa (6/5/2026).
Sebelumnya, para mahasiswa tersebut mengikuti Focus Group Discussion (FGD) dengan tema: Swasembada Pangan Berkelanjutan Dalam Penguatan Cadangan Pangan Pemerintah. FGD berlangsung di kediaman Menteri Pertanian Amran Sulaiman, pukul 07.00 hingga 10.00 WIB.
Amran menjelaskan, puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia hadir untuk mendengar paparan, sekaligus menyampaikan aspirasi terkait sektor pangan dan pertanian.
Dalam forum tersebut, Amran memaparkan sejumlah program Pemerintah mulai dari pengembangan infrastruktur pertanian, penurunan harga pupuk sebesar 20 persen, hingga pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.
Baca juga : RI Pimpin Transformasi Digital Kawasan ASEAN
Memanfaatkan kesempatan ini, para mahasiswa menyampaikan berbagai persoalan di daerah masing-masing. Mulai dari dugaan penahanan pupuk oleh pabrik yang menyebabkan kelangkaan hingga maraknya penjualan bawang ilegal. Menurut Amran, forum tersebut berlangsung santai dan penuh keakraban.
Amran mengajak para mahasiswa melihat langsung kondisi gudang Bulog agar bisa mengetahui secara nyata stok beras Pemerintah yang saat ini disebut terbesar sepanjang sejarah Indonesia merdeka.
“Stok beras saat ini tertinggi selama merdeka, mencapai 5,2 juta ton. Dulu tertinggi hanya 2,6 juta ton, sementara kapasitas gudang Bulog sekitar 3 juta ton,” terang Amran.
Untuk membuktikan kondisi tersebut, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani langsung mengantar para mahasiswa ke salah satu gudang terbesar Bulog di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Baca juga : Beban TPST Bantargebang Makin Berat, Saatnya Warga Diajak Kelola Sampah Mandiri
Rizal menuturkan, kunjungan langsung ke gudang merupakan bentuk keterbukaan informasi publik sekaligus langkah membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pangan nasional.
Menurutnya, kegiatan itu menjadi sarana edukasi agar mahasiswa memahami rantai pasok beras nasional, mulai dari proses penggilingan hingga distribusi ke masyarakat.
Di kawasan pergudangan seluas 54.602 meter persegi itu, terdapat 74 unit gudang dengan kapasitas mencapai 35.000 ton beras.
Saat memasuki area penyimpanan, para mahasiswa disambut deretan karung beras yang memenuhi hampir seluruh ruangan. Tumpukannya menjulang tinggi hingga mendekati atap gudang.
Baca juga : Liverpool Vs Chelsea, Duel Raksasa Pesakitan
Rizal menjelaskan, stok beras di gudang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) hingga Banten. Saat ini gudang terisi penuh oleh beras hasil panen petani dalam negeri.
“Untuk wilayah Jakarta saja, keterisiannya sudah mencapai 350 ribu ton. Kami bahkan sudah menambah sewa gudang di Tangerang dan Banten untuk menyimpan 140 ribu ton beras,” bebernya.
Secara nasional, Bulog kini menguasai stok beras sebanyak 5,2 juta ton. BUMN bidang pangan ini memiliki 1.555 gudang dengan kapasitas penyimpanan sekitar 3,7 juta ton.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.