RM.id Rakyat Merdeka - PT Brantas Abipraya (Persero) bergerak cepat mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), BUMN konstruksi ini menjalankan program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur guna memulihkan aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap ancaman bencana di masa mendatang.
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero) Dian Sovana mengatakan, pembangunan yang dilakukan bukan sekadar memperbaiki kerusakan fisik.
Baca juga : Kementerian PU Percepat Pemulihan SPAM Pascabencana di Aceh
Menurutnya, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali rasa aman dan harapan bagi masyarakat terdampak, sekaligus mendukung program Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat ketahanan infrastruktur nasional.
"Setiap pembangunan yang kami laksanakan merupakan bagian dari komitmen Brantas Abipraya untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih siap menghadapi bencana. Kami memastikan setiap pekerjaan, mulai dari normalisasi sungai hingga perkuatan tebing, benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan," ujar Dian.
Di Sumatera Barat, rehabilitasi dilakukan di 10 daerah, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat, serta Kota Bukittinggi, Payakumbuh, Pariaman, dan Padang.
Baca juga : Bank Mandiri Taspen & PNM Hadirkan Pelatihan Vokasi Untuk Difabel Di Brebes
Sementara itu, pekerjaan normalisasi sungai dilakukan melalui pengerukan sedimentasi di Desa Rantobi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, serta di aliran Batang Bayang, Batang Lengayang, dan Batang Palangai di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Selain itu, Brantas Abipraya juga membangun perkuatan tebing menggunakan bronjong di Desa Pisang Pala, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk melindungi kawasan permukiman dari ancaman longsor dan erosi.
Dian menegaskan, Brantas Abipraya akan terus mendukung pembangunan nasional melalui penyediaan infrastruktur yang tangguh, aman, dan berkelanjutan.
Baca juga : Brantas Abipraya Kawal Pembangunan Gene Bank Indonesia
Menurutnya, pemulihan wilayah pascabencana tidak hanya bertujuan memperbaiki kerusakan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.
"Kami ingin pemulihan ini benar-benar dirasakan masyarakat, sehingga kehidupan bisa kembali berjalan normal dan lebih siap menghadapi potensi bencana di masa depan," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.