RM.id Rakyat Merdeka - Kepastian produksi di sektor pertambangan dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kontribusi industri mineral dan batu bara terhadap penerimaan negara. Keberlanjutan investasi dan kepastian operasional tambang juga dipandang sebagai fondasi dalam memperkuat hilirisasi, kemandirian ekonomi, serta mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno mengatakan peningkatan investasi dan keberlanjutan produksi masih perlu terus diperkuat agar agenda hilirisasi mineral berjalan optimal. Menurutnya, sektor pertambangan masih menjadi salah satu penyumbang utama penerimaan negara melalui dividen, pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan royalti.
"Kepastian hukum dan konsistensi kebijakan merupakan faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat daya saing Indonesia," kata Eddy dalam keterangannya.
Ia menilai kepastian regulasi menjadi syarat utama agar investasi terus mengalir dan aktivitas produksi dapat berlangsung berkelanjutan. Dengan demikian, kontribusi sektor pertambangan terhadap penerimaan negara dapat terus meningkat.
Baca juga : Kepastian Produksi Tambang Jadi Kunci Penerimaan Negara
Kontribusi tersebut tercermin dari kinerja perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Holding Industri Pertambangan MIND ID sepanjang tahun buku 2025. Sebagai induk holding, MIND ID menyetorkan dividen kepada negara sebesar Rp12,6 triliun.
Dividen tersebut ditopang oleh enam anggota holding, yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), PT Timah Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), dan PT Freeport Indonesia.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan kontribusi perusahaan kepada negara berasal dari berbagai instrumen penerimaan, tidak hanya dividen.
Pada 2026, Freeport Indonesia memperkirakan mampu memberikan kontribusi sekitar US$2,6 miliar kepada negara. Nilai tersebut berasal dari dividen sekitar US$1,1 miliar, pajak sekitar US$1 miliar, serta royalti sekitar US$500 juta.
Baca juga : DPM Bekali Warga Lingkar Tambang Keterampilan Usaha Berkelanjutan
"Struktur penerimaan tersebut menunjukkan bahwa keberlangsungan produksi dan investasi di sektor pertambangan memiliki dampak langsung terhadap besarnya kontribusi yang diterima negara, baik melalui dividen, pajak, maupun royalti," ujar Tony.
Selain dividen, perusahaan-perusahaan di bawah MIND ID juga menjadi kontributor utama penerimaan negara melalui pembayaran royalti dan PNBP sesuai ketentuan yang berlaku.
PT Bukit Asam menjadi salah satu penyumbang utama royalti batu bara, sementara ANTAM, PT Timah, dan PT Freeport Indonesia memberikan kontribusi signifikan melalui royalti komoditas nikel, timah, tembaga, dan emas.
Besarnya kontribusi fiskal tersebut menunjukkan peran strategis Grup MIND ID dalam menopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sekaligus mendukung program hilirisasi nasional.
Baca juga : Aturan Direvisi Untuk Beri Kepastian Hukum
Kontribusi itu dinilai penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal, serta memastikan manfaat pengelolaan sumber daya alam dapat kembali dirasakan masyarakat melalui berbagai program pembangunan.
Karena itu, kepastian produksi dan keberlanjutan investasi di sektor pertambangan dinilai harus terus dijaga agar kekayaan sumber daya alam Indonesia mampu memberikan nilai tambah yang optimal dan berkontribusi besar terhadap kesejahteraan masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.