Sebelumnya
Smelter, Teknologi dan Ujian Green Mining
Namun proses transformasi hilirisasi yang ditempuh MIND bersama PTFI ini tidak selamanya berjalan mulus. Sebab fasilitas yang mulai beroperasi pada Juni 2024 ini justru pada Oktober 2024 mengalami musibah akibat kebakaran yang terjadi di area gas cleaning plant.
Menurut Toni, fasilitas tersebut memang relatif kecil dibandingkan keseluruhan kompleks smelter, tetapi memiliki fungsi sangat vital karena menangkap sulfur dioksida (SO2) dari proses peleburan sebelum gas tersebut diproses menjadi asam sulfat.
Perbaikan kemudian diselesaikan dan smelter kembali berproduksi pada Mei 2025. Sayangnya, bencana tak berhenti disana. Musibah longsor terjadi di Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025 menyebabkan pasokan konsentrat dari Papua kembali terganggu.
Baca juga : Danantara Dan IFG Gaspol Konsolidasi Asuransi BUMN
Dampaknya, smelter hanya bisa mengolah sisa konsentrat yang berada di gudang hingga akhirnya berhenti total pada Desember 2025. Toni mengatakan, langkah tersebut terpaksa diambil agar perusahaan dapat melakukan pemeliharaan dan perbaikan secara menyeluruh agar smelter berada dalam kondisi siap ketika pasokan konsentrat kembali normal.
Smelter baru direncanakan kembali mengolah konsentrat dari Papua pada September 2026 dan kemudian memasuki tahap ramp-up hingga akhir tahun. Sementara PT Smelting tetap beroperasi dan saat ini mengolah sekitar separuh konsentrat yang berasal dari PTFI di Papua.
Dari sisi hulu, produksi Freeport juga secara bertahap dipulihkan. Diproyeksi, hingga akhir tahun 2026, kapasitas produksi ditargetkan mencapai sekitar 65 persen. Semester pertama 2027 diproyeksikan mencapai 75 persen dan menuju kapasitas penuh pada akhir 2027.
Produksi bijih yang pada 2025 berada di sekitar 139 ribu ton per hari diproyeksikan meningkat menjadi 170 ribu ton per hari pada 2027, 208 ribu ton pada 2028 dan 226 ribu ton per hari pada 2029.
Baca juga : Aturan Direvisi Untuk Beri Kepastian Hukum
Freeport juga mengembangkan tambang Kucing Liar yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2029 untuk menggantikan penurunan produksi Deep Mill Level Zone (DMLZ).
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga kesinambungan produksi sekitar 220 ribu ton bijih per hari. Produksi logam juga diproyeksikan meningkat.
Pada 2026, Freeport memperkirakan menghasilkan sekitar 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ons emas atau sekitar 21 ton. Pada 2027, produksi diproyeksikan meningkat menjadi 1,2 miliar pound tembaga dan sekitar 1 juta ons emas atau sekitar 31 ton.
Setahun kemudian, produksi ditargetkan mencapai sekitar 1,6 miliar pound tembaga dan 1,4 juta ons emas atau sekitar 43 ton. Penerimaan Negara Bisa Tembus Rp120 Triliun Kenaikan produksi tersebut berbanding lurus dengan potensi kontribusi fiskal kepada negara.
Baca juga : Menembus Pegunungan Papua, Kementerian PU Kebut Jalan Mamberamo–Elelim
Dengan asumsi harga tembaga 6 dolar AS per pound dan emas 4.500 dolar AS per ons, Toni memproyeksikan penerimaan negara yang berasal dari pajak, dividen dan royalti pada 2026 mencapai sekitar 2,6 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Angka itu, kata Toni, memang lebih rendah dibandingkan sekitar 4,3 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya akibat belum pulihnya kapasitas produksi. Namun dia optimis Pemerintah melalui akan memperoleh dividen sekitar 1,1 miliar dolar AS pada 2026.
Nah, ketika produksi meningkat pada 2027, maka penerimaan negara diproyeksikan juga akan melonjak signifikan menjadi sekitar 4,7 miliar dolar AS. Nilai tersebut terdiri atas sekitar 800 juta dolar AS yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) termasuk royalti, 1,9 miliar dolar AS pajak serta sekitar 1,9 miliar dolar AS dividen kepada Pemerintah melalui MIND ID.
Ketika produksi mencapai kapasitas penuh, penerimaan negara diproyeksikan dapat melampaui 7 miliar dolar AS per tahun. ”Jadi kalau kita rupiahkan itu kira-kira sekitar Rp 120 triliun per tahun. Begitu seterusnya, selanjutnya di tahun-tahun ke depan,” ujarnya optimistis.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.