BREAKING NEWS
 

Ekonomi Minus 3 Persen

Sri Mulyani Minta Dimengerti

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 20 Juni 2020 06:57 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Sri Mulyani)

 Sebelumnya 
Seminggu sebelumnya Sri Mulyani meramalkan ekonomi di kuartal dua akan tumbuh minus 3,1 persen. Menurut dia, hampir semua negara mengalami kontraksi pada kuartal kedua. Bahkan di berbagai negara sudah mengalami resesi atau pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua kuartal berturut-turut.

Negara yang sudah mengalami resesi yaitu Inggris, Jerman, Prancis, Jepang dan Malaysia. “Kita masih beruntung. Pada kuartal I kita masih bertahan di 2,97 persen,” ujarnya.

Anjloknya ekonomi di kuartal II membuat Sri Mulyani merevisi pertumbuhan ekonomi 2020. Dari yang tadinya diramalakan tumbuh 2,3 persen di turunkan menjadi 1 persen. Dalam kondisi buruk, ekonomi tumbuh minus 0,4 persen. Angka-angka tersebut masih proyeksi sementara.

Baca juga : Ini Doa Sri Mulyani, Ayo Kita Aminkan

Perekonomian masih bisa lebih baik atau menjadi lebih buruk hingga akhir tahun nanti dilihat dari kebijakan dan langkah yang dilakukan pemerintah dalam penanganan dampak dari corona.

Selain itu, perekonomian juga akan ditentukan saat menurunnya penyebaran virus ini. “Semua tergantung kemampuan kita pulihkan ekonomi di kuartal II dan IV atau di semester II-2020 ini,” kata Sri Mul, saat menggelar rapat dengan Banggar DPR sehari sebelumnya.

Ekonomi tahun ini memang diramal memburuk. Tiga lembaga global memprediksi hal tersebut. Bank Dunia mengunakan istilah “Terburuk sejak Perang Dunia II” untuk menggambarkan suratnya perekonomian tahun ini. Sementara OECD menggunakan istilah krisis terburuk da lam 100 tahun terakhir. Adapun IMF menyebut sebagai krisis keuangan terburuk sejak krisis Great Depression (Depresi Hebat) 1930.

Baca juga : Kemenperin Beri Insentif Ke Industri Manufaktur

Proyeksi Sri Mulyani itu masih sedikit lebih baik dari proyeksi Bank dunia. Ekonom Senior Bank Dunia Ralph Van Doorn memprediksikan perekonomian Indonesia tidak tumbuh untuk tahun ini.

Menurut dia, perekonomian Indonesia akan terkontraksi hingga 3,5 persen.

Ekonom dari Core Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mengatakan, kontraksi di kuartal II sangat besar kemungkinan Indonesia masuk ke dalam jurang resesi. Kata dia, resesi sebenarnya tidak hanya karena pertumbuhan minus dalam dua kuartal berturut-turut. Resesi juga bisa terjadi karena terjadi penurunan pendapatan, penyerapan tenaga kerja, manufaktur, hingga ritel. “Penurunan indikator berpotensi memperlambat kinerja ekonomi,” kata Yusuf. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense