BREAKING NEWS
 

Corona Bikin Cemas

Petani Butuh Kepastian Tata Niaga Tembakau

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : FAZRY
Kamis, 9 Juli 2020 21:04 WIB
Ilustrasi Petani Tembakau

 Sebelumnya 
Dia bilang petani optimistis kedepannya tembakau masih dapat diandalkan, jika ada kepastian jumlah serapan. Dia bilang saat ini dibutuhkan serapan dari pabrikan, kepastian harga, dan regulasi yang mendukung.

"Semua pelaku usaha mendapatkan porsi yang proporsional, maka tembakau semakin eksis ke depannya," terang Budidoyo.

Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Kementerian Pertanian, Hendratmojo Bagus Hudoro mengakui bahwa kondisi pandemi memberikan dampak yang luar biasa. Terutama saat ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Baca juga : Appnindo: Standarisasi Vape Untuk Kepastian Bisnis Dan Lindungi Konsumen

"Saat PSBB ini memang memberikan dampak yang luar biasa seperti petani yang ingin ke kebun itu terhambat pendistribusian. Terhambat penjualan juga untuk tembakau," katanya.

Dalam kondisi pandemi ini menurutnya memang perlu ada keputusan melakukan langkah di luar kebiasaan sebelumnya. Artinya aktivitas pertanian berjalan tapi jangan sampai melanggar protokol kesehatan karen resikonya sangat mengerikan.

Dia mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan jangan cuma dilakukan oleh mereka sudah bergabung dalam kemitraan. Tetapi yang non mitra juga bisa mematuhi anjuran kesehatan. "Itu seharusnya teknisnya bisa diatur," ujarnya.

Baca juga : Hadapi Bisnis Di Era New Normal, Bank Butuh Penguatan Modal

Lebih jauh pihaknya siap mendukung peran petani sebagai produsen utama untuk industri. Tapi untuk kepastian harga perlu dilihat kembali.

"Untuk kepastian harga perlu dilihat kembali apakah harga itu sudah sesuai dengan perusahaan. Nah ini perlu dilihat lagi kemitraannya seperti apa," tegasnya.

Pengamat Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi memandang kecemasan petani tembakau sangat beralasan.

Baca juga : Akademisi : Pemerintah Perlu Rumuskan Regulasi Tembakau Alternatif

"Pandemi corona memang akan mempengaruhi sektor pertanian khususnya sektor hasil tembakau ini," katanya.

Dia mengatakan dalam hal ini dibutuhkan pola kemitraan yang berkelanjutan. "Kemitraan yang tepat akan mengurangi beban petani tembakau saat pandemi Covid-19," tukas Prima Gandhi. [JAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense