BREAKING NEWS
 

PGN Dukung Pemulihan Perekonomian Nasional

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 29 Juli 2020 22:48 WIB
Direktur Komersial PGN, Faris Aziz. (Foto: ist)

 Sebelumnya 
“PGN dan PLN harus bisa mengakselerasi proyek ini, sehingga bisa didapatkan sumber energi yang bisa dinikmati di wilayah-wilayah tersebut dengan harga yang bersaing. Ke depan, akan lebih banyak lagi pembangunan apabila Kepmen ESDM ini dapat terwujud, khususnya di wilayah Indonesia Tengah, Tenggara, dan Timur. Tugas PGN sebagai Subholding Gas bersama PLN untuk mewujudkan ini,” ujar Faris.

Berikutnya, PGN berupaya untuk memasok lebih banyak gas sebagai energi untuk pembangkit yang ada di refinery Pertamina melalui gasifikasi Kilang Pertamina. Potensi demand di sana akan diupayakan sesegera mungkin, sehingga refinery Pertamina bisa lebih efisien dalam mengelola kegiatan bisnisnya.

“Ada 2 proyek utama yaitu tambahan pasokan di Kilang Refinery Unit VI Balongan dan Refinery IV Cilacap. Seiring dengan adanya RDMP Kilang Pertamina, terutama di Balikpapan, kami sudah melakukan persiapan untuk bisa memastikan ketersediaan tambahan pasokan, termasuk kerja sama dengan pemasoknya dari Pertamina Hulu, Mahakam, maupun Pertamina Hulu Indonesia,” jelas Faris.

Baca juga : Pulihkan Ekonomi, Bank DKI Disuntik Rp 2 Triliun

Pada sisi pembangunan infrastruktur, Faris mengakui bahwa memang tidak mudah melaksanakannya di era Covid-19 ini. Tapi ada beberapa proyek infrastruktur yang memang sudah berjalan sebelum pandemi dan secara konsisten akan diselesaikan oleh PGN, diantaranya pembangunan jaringan pipa transmisi Gresik-Semarang.

Selain itu, PGN juga akan mencoba menyederhanakan pola supply dan melakukan integrasi jaringan pipa dari Sumatra ke Jawa dengan menyambungkan pipa SSWJ (South Sumatera West Java) dengan pipa WJA (West Java Area) yang. 

“Kami melihat ini sebagai potensi yang bagus untuk bisa menekan biaya operasi PGN dengan menyambungkan 2 jaringan pipa besar ini. Dengan begitu, gas dari Sumatra akan lebih mudah disalurkan ke Jawa. Di Jawa bagian barat, potensi demandnya besar sehingga koneksi pipa ini, juga akan memudahkan pelanggan industri mendapatkan gas dengan harga yang kompetitif,” jelas Faris.

Baca juga : Sektor Perumahan Dongkrak Pertumbuhan KPR

Secara keseluruhan, pengembangan ruas pipa transmisi oleh PGN mencapai 741 km. Faris berharap, proyek ini bisa berjalan tepat waktu, sehingga pada waktunya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas, termasuk industri-industri yang ada.

“Berikutnya adalah program strategis jaringan rumah tangga (Jargas) yang akan dilaksanakan oleh PGN melalui program mandiri maupun APBN. Pemerintah menargetkan ± 4 juta sambungan gas rumah tangga dalam beberapa tahun ke depan. Salah satunya akan dilaksanakan oleh PGN dan subsidiary, sehingga rumah tangga dan pengusaha kecil bisa mendapatkan energi yang murah, yang juga bisa menekan subsidi impor gas pemerintah,” jelas Faris.

Andil PGN dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional berikutnya adalah PGN menjalankan penugasan dari pemerintah untuk penyediaan gas dengan harga khusus sebesar  6 dolar AS per MMBTU untuk Pelanggan Industri Tertentu (Kepmen ESDM 89K/2020) dan Pembangkit Listrik PLN (Kepmen ESDM 91K/2020). Faris mengungkapkan, bahwa sebagian besar pelanggan industri telah menikmati harga tersebut.

Baca juga : Sudah Tepat, Sektor Pangan Jadi Prioritas Ekonomi Nasional

“Dengan adanya harga gas yang lebih murah, maka sektor industri harus bisa tumbuh sebagai penggerak ekonomi nasional. PGN turut andil untuk mendukung program ini, dan mudah-mudahan dalam beberapa waktu ke depan industri tumbuh sehingga ada peningkatan penyerapan gas,” ujar Faris.

Berdasarkan perhitungan PGN, penyerapan gas periode bulan Juli-Desember 2020 bisa mencapai ± 240 BBTUD. “Ini adalah optimisme analisa PGN, mudah-mudahan bisa terwujud,” ungkap Faris.

Faris menegaskan, PGN mendukung program pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional, khususnya melalui penerapan harga gas khusus untuk industri tertentu, Jargas dan pembangkit listrik. Secara berkelanjutan, PGN akan menjalankan kegiatan operasional dan investasi agar dapat menciptakan multiplalyer effect perekonomian nasional. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense