RM.id Rakyat Merdeka - Pagi, nilai tukar rupiah menguat cukup tinggi hingga 0,64 persen. Atau berada di level Rp 14.750 per dolar AS dibanding sesi perdagangan Selasa (18/8) sore, di level Rp 14.845 per dolar AS.
Terhadap euro, rupiah dilaporkan menguat di angka Rp 17.653, dibanding hari sebelumnya yang terpatok di level Rp 17.666. Selain itu, rupiah juga tercatat unggul terhadap dolar Australia, yuan China, euro, poundsterling Inggris, dan yen Jepang.
Dolar AS sendiri, tampak lemah menghadapi mata uang dunia. Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,05 persen, dolar Taiwan menguat 0,19 persen, won Korea Selatan menguat 0,08 persen, dan peso Filipina menguat 0,10 persen. Kemudian rupee India melonjak 0,17 persen, yuan China naik 0,06 persen, ringgit Malaysia naik 0,03 persen, dan baht Thailand juga menguat 0,05 persen.
Baca juga : Kantongi Pendapatan 54,58 Miliar Dolar AS, Pertamina Ngirim Surat ke Fortune Global
Melihat situasi ini, Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi, nilai tukar rupiah pada Rabu (19/8) ini bisa berpotensi menguat terhadap dolar AS. Menurut pengamatannya, sentimen pelemahan dolar AS masih berlanjut pagi ini.
Ariston menjelaskan, dolar AS saat ini menjadi kurang seksi, karena kondisi pemulihan ekonomi di AS masih belum jelas. Apalagi, jumlah kasus harian Covid-19 di Negeri Paman Sam masih saja tinggi.
"Nilai tukar regional terlihat menguat terhadap dolar AS pagi ini. Sehingga, rupiah bisa ikut menguat. Namun di sisi lain, ekspektasi resesi di dalam negeri dan data impor yang turun melebihi ekspektasi, memberi tekanan untuk rupiah," papar Ariston dalam riset hariannya, Rabu (19/8).
Baca juga : Pemerintah Ajak Masyarakat Belanja Agar Ekonomi Bangkit
"Data impor yang masih melambat ini menyiratkan masih lemahnya aktivitas ekonomi dalam negeri seperti manufaktur dan konsumsi. Pemulihan ekonomi Indonesia jadi pertanyaan," imbuhnya.
Hari ini, pasar menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI). Rupiah bisa jos, jika rapat tersebut memutuskan menerbitkan stimulus untuk membantu memulihkan ekonomi Indonesia.
"Rupiah bisa dibuka menguat dan berakhir melemah hari ini dengan potensi kisaran Rp 14.750 - Rp 14.950," ujarnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.