BREAKING NEWS
 

Risiko Kerja Tak Ciutkan Semangat Petugas Sintelis KAI

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 1 Oktober 2020 11:40 WIB

 Sebelumnya 
Hal penting lain yang harus dimiliki Petugas Sintelis adalah jiwa pemberani yang disertai mawas diri. Tersengat aliran listrik, tangan terjepit wesel, serta melakukan pekerjaan di ketinggian (misalnya naik tower listrik) merupakan beberapa risiko kerja di bidang Sintelis.

Apalagi, saat terjadi gangguan persinyalan karena faktor alam seperti hujan atau petir, Petugas Sintelis harus berhati-hati saat melakukan perbaikan. Agar tidak terjadi kecelakaan kerja.

Semua itu harus dihadapi dengan penuh kehati-hatian demi keselamatan disertai tanggung jawab. Menjadi Petugas Sintelis bukanlah pekerjaan yang mudah.

Para Petugas Sintelis di KAI dengan tugas-tugasnya yang sangat kompleks tentu memiliki jenjang karier. Terutama, bagi yang berdedikasi tinggi dan melaksanakan pekerjaannya dengan sebaik mungkin.

Baca juga : Tangani Covid, BIN Kerahkan Satgas Intelijen Medis

Di KAI, jenjang karier Petugas Sintelis dimulai dari Petugas Negative Check, berlanjut menjadi Kepala Urusan Perawatan Preventive dan Perawatan Perbaikan, kemudian Kepala Urusan Pelaksana Teknis Sintelis (KUPT Sintelis), Quality Control Sintelis, Manajer Sintelis kemudian berlanjut ke jenjang karir yang lebih tinggi apabila dirasa cakap, memiliki kinerja yang baik, dan sesuai standar perusahaan.

Itulah seluk-beluk Petugas Sintelis yang bekerja di balik layar, dan jarang dilihat para pelanggan kereta api.

Begitu kompleksnya pelayanan KAI, bahkan salah satu bidang pekerjaan yang menyokong terciptanya pelayanan prima pun masih terdiri dari beragam pekerjaan rumit.

Namun, dengan mematuhi SOP yang sudah disusun sedemikian rupa dan kolaborasi antar bidang, semua pekerjaan rumit itu bisa terjalin rapi menjadi satu kesatuan utuh. Yakni, pelayanan prima KAI.

Baca juga : Kampuspreuneur, Kiat Pertamina Bangkitkan Semangat Mahasiswa Riau Kembangkan UMKM

Semangat ini pula yang diusung KAI saat meluncurkan logo baru baru pada 28 September 2020 lalu.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, perubahan logo ini memiliki makna yang sangat penting, karena mengandung semangat dan harapan baru. Hal ini menjadi langkah transformasi menjadi sebuah brand architecture yang efektif. Sehingga, akan menciptakan keterpaduan di dalam KAI Group.

Logo baru KAI ini terinspirasi dari bentuk rel kereta, yang digambarkan dengan garis menyambung ke atas pada huruf A.

KAI diharapkan terus maju dan menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik yang terintegrasi, terpercaya, bersinergi, dan kelak dapat menghubungkan Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Baca juga : Muhadjir: Peran Ilmuwan Sosial di Masa Pandemi Sangat Strategis

"Perubahan logo ini dalam rangka menjawab tantangan yang ada dan selaras dengan visi KAI yang baru. Yaitu, menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia. Semoga, logo baru ini memberikan spirit baru bagi KAI untuk mewujudkan visi berlandaskan pada nilai-nilai utama yang baru yaitu AKHLAK: Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif," papar Joni. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense