BREAKING NEWS
 

Airlangga Dorong UMKM Unjuk Gigi

Sedih, Pasar Produk Halal Dikuasai Barang Dari Luar

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Rabu, 21 Oktober 2020 07:42 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menyayangkan kebutuhan produk halal di dalam negeri sebagian besar dipenuhi dari impor. Padahal, Indonesia merupakan konsumen produk halal terbesar di dunia.

Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan pada tahun 2018, Indonesia membelanjakan produk halal sebesar 214 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 3.150 triliun (kurs Rp 14.722). Nilai itu setara dengan 10 persen pangsa produk halal dunia.

Baca juga : Duh, Pasar Produk Halal Negara Muslim Dikuasai Thailand-China

“Sayang, sebagian besar produk halal yang dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah barang impor. Padahal, pasar produk halal bisa diisi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam pembukaan Program Pelatihan Digitalisasi Pemasaran dan Manajemen Produk Halal bagi UMKM yang disiarkan secara virtual, kemarin.

Adsense

Tak hanya pasar dalam negeri, Airlangga ingin produk UMKM bisa masuk ke pasar global. apalagi, pemerintah sudah memberikan dukungan melalui regulasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang isinya mendukung penguatan UMKM.

Baca juga : 17 Pelanggar Aturan PSBB Transisi di Pasar Rawasari Disanksi

Airlangga menyebutkan, dalam regulasi itu, pemerintah mendorong peningkatkan produksi produk halal, melakukan penyederhanaan pengajuan sertifikasi halal, percepatan proses perizinan, dan keringanan biaya sertifikasi halal.“Semuanya akan dikoordinasikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, sehingga prosesnya tidak lagi berbelit dan makan banyak waktu,” jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense