Sebelumnya
Selain itu, kuatnya permintaan domestik mendorong impor. Impor tumbuh tinggi sejalan dengan permintaan domestik, meskipun pertumbuhan impor bulanan telah menunjukkan pelambatan. "Sebaliknya, pertumbuhan ekspor lebih terbatas disebabkan kinerja ekspor komoditas andalan, seperti hasil pertanian dan pertambangan yang tidak sekuat perkiraan. Di akhir tahun ini, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,1 persen. Di tahun depan juga tak jauh berbeda," kata Ryan kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : Bisnis Properti Butuh Obat Kuat
Ryan lalu menjelaskan, kondisi ekonomi di dalam negeri cenderung stabil.Ini membuat kenaikan bunga acuan BI pekan lalu bukan penyebab sepenuhnya permintaan kredit menurun. Dan menurutnya, dalam situasi stabil seperti sekarang, ditambah adanya risiko ekonomi di 2019 menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres), maka merupakan saat yang tepat bagi pelaku usaha untuk mulai mencari kredit investasi. "Sebab, nanti saat Pilpres selesai, pertumbuhan ekonomi akan mulai rebound. Artinya permintaan atau kebutuhan masyarakat akan meningkat, tahun depan, mudah-mudahan lebih positif," tutupnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.