BREAKING NEWS
 

Banpres Produktif Jadi Angin Segar Bagi Pedagang Kopi Di Lombok Barat

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Senin, 23 November 2020 18:27 WIB
Pengusaha Coffe Sri Mulyani , di Lombok Barat. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Tak mau putus asa dan pasrah, Sri memutar otak bagaimana caranya dengan sisa modal dari berbagai hasil tanaman di pertanian terintegrasi yang mereka kelola, atau mereka menyebutnya Perma Culture, tetap menghasil pemasukan untuk kehidupan sehari-hari.

Akhirnya, dari hasil olahan kebun seluas 500 meter persegi tersebut, mereka mampu menciptakan berbagai produk selain kopi, mulai dari minuman olahan lemon dan nanas, komoditas kebun dari ubi sampai pisang, hingga tanaman herbal.

Adsense

Namun permasalahan tak selesai sampai di situ. Memiliki banyak hasil pertanian tak bisa begitu membawa pemasukan bagi mereka. Untuk mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomi, mereka pun membutuhkan modal untuk mengubahnya.

Baca juga : Hindari Pajak Progresif, Begini Cara Blokir Kendaraan Online Di Jakarta

Akhirnya, modal lagi-lagi juga menjadi kendala. Seolah gayung bersambut, Indri dan Sri yang saat itu tengah membutuhkan tambahan modal untuk pengembangan minuma lemon dan nanas, justru mendapat angin segar dengan mendapat Banpres produktif sebesar Rp 2,4 juta.

"Jadi ada nafas lagi buat usaha. Uang ini kami buat modal bikin minuman olahan lemon dan nanas yang kami beri merek Lena. Mikirnya, bagaimana uang Rp 2,4 juta ini bisa jadi Rp 5 juta bahkan lebih banyak," ucap Sri.

Ibu dua orang anak ini menceritakan, awalnya ia sendiri tak begitu tahu dan paham soal Banpres Produktif. Katanya, nama usahanya diajukan oleh Koperasi Syariah Lingkar Rinjani, di mana ia tergabung disana menjadi anggota.

Baca juga : Banpres Produktif UMKM Di Kalimantan Capai Rp 214 M

"Jadi saya tahunya dibilang akan mendapat bantuan. Nama saya diajukan Koperasi diminta KTP sama pengurus. Beberapa hari kemudian saya dapat SMS dari BRI bahwa saya dapat Banpres ini, saya pikir ini hoaks, pas saya datengi kantor BRI ternyata Alhamdulillah benar saya dapat," tutur Sri.

Ia dan sang suami pun bersyukur atas Banpres ini, ditambah produk minuman Lena yang baru dibuatnya ini juga disukai oleh konsumen. Ia menyediakan Lena dalam 2 bentuk botol plastik dan gelas dengan ukuran 150 ml yang dibanderol seharga Rp 15 ribu dan Rp 13 ribu per botol.

Saat ini mereka tetap mengembangkan usaha berkonsep Perma Culture dengan berbagai brand di dalamnya. Dan ia pun tetap mengembangkan Sri Coffee maupun produk herbal lainnya. Sang suami Indriyanto mengatakan, dengan mengembangan Perma Culture, ia bisa menciptakan berbagai produk olahan dari kebun.

Baca juga : Kemenkop UKM Pastikan Banpres Produktif Sulawesi Tenggara Tepat Sasaran

Bahkan sekarang ini mereka juga sedang membuat essential oil dari 60 jenis rempah-rempah yang mereka tanam sendiri di kebunnya. Dari essential oil itu mereka juga menciptakan produk turunan lainnya dengan membuat sabun batang, yang rencananya ingin mereka tawarkan ke hotel-hotel di Lombok.

Diakui Indri, sektor UMKM memang paling merasakan dampak terpuruk akibat Covid-19. Namun UMKM juga harus secara cepat bangkit dengan memanfaatkan peluang yang ada. Salah satunya melalui Banpres Produktif yang diberikan.

Ia pun berharap, bantuan tersebut benar-benar disalurkan kepada UMKM yang membutuhkan, sehingga tujuan Banpres Produktif untuk membantu UMKM tepat sasaran. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense