Dark/Light Mode

Banpres Produktif UMKM Di Kalimantan Capai Rp 214 M

Rabu, 18 Nopember 2020 09:58 WIB
Banpres Produktif UMKM Di Kalimantan Capai Rp 214 M

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi dan UKM tancap gas agar Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro tepat sasaran, serta terealisasi secara cepat. Mengingat, Banpres merupakan salah satu program PEN yang memiliki respons positif dari masyarakat khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi UKM Ahmad Zabadi dan Asisten Deputi Bidang Simpan Pinjam Masrifa ke beberapa daerah untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Banpres Produktif Usaha Mikro. Salah satu daerah yang sudah melakukan pencairan Banpres Produktif Usaha Mikro secara agresif ialah Samarinda, Kalimantan Timur.

Berita Terkait : Bamsoet: Dulu, UMKM Takut Berurusan Dengan Bea Cukai

Berdasarkan data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kalimantan Timur, realisasi Banpres PUM di Kalimantan Timur per 10 Oktober 2020 sudah menyasar kepada 89.248 pelaku usaha mikro dengan nilai Rp 214 miliar. "Kita arahkan tujuan Banpres Produktif ini agar tepat sasaran dan cepat realisasinya bagi pelaku usaha mikro, khusunya yang terdampak pandemi Covid-19," katanya, Rabu (18/11).

Ia menjelaskan, Kalimantan Timur merupakan daerah yang sangat potensial. Pasalnya, Kalimantan Timur dikatakan memiliki sumber daya manusia yang besar dan Banpres Produktif Usaha Mikro dapat mengakselerasi bangkitnya para pelaku usaha mikro. Ia menilai, program Banpres Produktif Usaha Mikro harus bersinergi dengan pemerintah daerah.

Berita Terkait : Kemenkop UKM Pastikan Banpres Produktif Sulawesi Tenggara Tepat Sasaran

Hal ini dilakukan agar pengembangan usaha mikro di daerah dapat berkembang lebih pesat. "Karena Banpres Produktif Usaha Mikro ini bukan sekedar charity, lebih kepada memberikan kesempatan kembali atau membangkitkan kemampuan pada pelaku usaha mikro untuk dapat mendorong stimulasi dan memulai kembali usaha yang terhenti akibat pandemi karena ketiadaan modal," imbuhnya.
 Selanjutnya