RM.id Rakyat Merdeka - PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) punya tips agar operasional pembangkitan yang dimiliki bisa lebih andal, efisien dan umur mesin pembangkitnya awet. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan menerapkan teknologi canggih berbasis digital lewat sistem REMDO.
Terobosan ini juga sebagai wujud perusahaan menyambut era industri 4.0. REMDO merupakan singkatan dari Remote Engineering, Monitoring, Diagnostic, and Optimization.
Baca juga : LSB Gunakan Teknologi VAR, PSSI Disarankan Ikut
Merupakan program kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI), yang memungkinkan perusahaan bisa mengontrol dan mengakuisisi data dari jauh.
“Sekarang masih pilot project di PLTU Paiton (unit 1 dan 2) serta PLTU Indramayu (3 unit),” tutur Direktur Operasi I PJB Sugiyanto di Kantor Pusat PJB, Surabaya, Kamis (21/3/2019).
Baca juga : Menpora Ingin Teknologi VAR Diterapkan Di Indonesia
Rakyat Merdeka, berkesempatan melihat cara kerja sistem REMDO. Sistem ini tetap dikendalikan dan dipantau oleh manusia lewat layar monitor di ruang PJB Engineering Centre.
Dengan sistem REMDO, seluruh komponen pembangkit listrik di PJB akan terintegrasi secara online yang memungkinkan sistem menganalisis potensi terjadinya masalah sebelum hal tersebut muncul.
Baca juga : Nelayan Kecil & Rumah Tangga Lebih Hemat Pakai Gas
“Prinsip REMDO itu IoT (Internet of Things), semuanya connect dengan internet dan pakai AI untuk analisis,” ujar Sugiyanto.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.