Sebelumnya
Dengan kemampuan untuk menganalisis potensi terjadinya masalah, tindakan pencegahan bisa diambil sehingga memperpanjang umur mesin yang pada akhirnya, akan menurunkan Biaya Pokok Produksi (BPP) lantaran potential loss bisa dihindari.
“Engineering bisa kasih advice ke lapangan kalau ada yang bermasalah. Indikasi apabila ada hal yang abnormal di unit, engineering bisa mendeteksi anomali (masalah) di unit,” ujar I Made Suprateka, Executive Vice President Corporate Communication & CSR PT PLN.
Baca juga : LSB Gunakan Teknologi VAR, PSSI Disarankan Ikut
Dari uji coba yang sudah dilakukan sejauh ini, adopsi sistem REMDO berhasil menghasilkan penghematan hingga puluhan juta rupiah setiap minggunya.
Selain itu, dari paparan para teknisi di ruang PJB engineering centre, terjadi efisiensi sebesar 5 persen pada pembangkit yang menjadi proyek percontohan.
Baca juga : Menpora Ingin Teknologi VAR Diterapkan Di Indonesia
“Jadi ini setiap minggu ada data penghematan. Angkanya bisa jutaan rupiah. Jadi lumayan,” kata Sugiyanto.
Menurutnya, sistem ini dikembangkan mulai 2017. Baru PJB yang kembangkan sistem tersebut. Jika semua berjalan lancar, REMDO bakal diadopsi secara luas pada bulan depan.
Baca juga : Nelayan Kecil & Rumah Tangga Lebih Hemat Pakai Gas
“Bulan depan akan go live. Kalau sukses akan kita roll out ke mesin-mesin pembangkit yang lain,” kata Sugiyanto. (FAZ)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.