BREAKING NEWS
 

Tenang, Negosiasi Investasi Masih Dibicarakan

Hadapi Tesla, Luhut Sabar

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : FITRIYANA YULIANTI
Jumat, 26 Februari 2021 05:25 WIB
Menteri Koordinator Bi­dang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah masih bernegosiasi dengan perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla Inc, untuk menanamkan investasinya di Indonesia.

Menteri Koordinator Bi­dang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mem­inta semua pihak tetap tenang, walaupun ada kabar Tesla lebih memilih India untuk membangun pabrik barunya.

“Pokoknya kami masih bicara. Dan yang ribut soal mobil Tesla di India, ini kan rencananya masih 2025. Apakah bakal kejadian? Kita nggak tahu,” ujar Luhut da­lam acara Economic Outlook 2021 yang diselenggarakan CNBC In­donesia, kemarin.

Baca juga : Kalangan Akademisi Masih Perdebatkan Soal Plagiarisme

Luhut mengaku tidak pernah bicara soal investasi pembangunan pabrik mobil listrik dengan Tesla. Namun, ada enam hal yang dibicarakan terkait in­vestasi dengan pabrikan mobil listrik milik Elon Musk ini.

“Yang benar begini, kita sudah NDA (Non Disclosure Agree­ment) dengan mereka. Saya ng­gak mau mengulangi kesalahan. Kita tidak pernah bicara pabrik mobil. Ada di tempat mereka, yakni starlink, launching pad, hypersonic, lithium battery pack, stabilizer energy, itu yang kita bicarakan,” beber Luhut.

Mantan Menko Polhukam ini mengatakan, besarnya potensi sumber daya komoditas tambang di Indonesia, seperti bijih nikel, tembaga dan bauksit, menjadi salah satu daya tarik bagi calon investor. Apalagi, sumber daya tersebut merupakan komponen pembuatan baterai lithium hing­ga kerangka mobil listrik.

Baca juga : Menang Pamor, Prestasi The Doctor Diramal Tetap Kendor

“Sekarang nikel ore, lithium battery dimasukkan sekalian dengan kerangka mobil, dengan aluminium. Itu akan membuat cost lebih murah karena lebih ringan. Jadi, future ada di sini,” jelasnya.

Selain dengan Tesla, kata Luhut, Pemerintah juga bernego­siasi dengan dua calon investor yang merupakan pemain baterai kendaraan listrik kelas dunia, yakni Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) asal China dan LG asal Korea Selatan.

“Sudah ada dua (calon inves­tor) kami engage. Ini dari hulu ke hilir semuanya. Kami buat terintegrasi,” ungkapnya.

Baca juga : Tekan Covid, Kiai Munif Dukung Gerakan Jateng Di Rumah Saja

Dengan potensi sumber daya yang melimpah, Luhut menar­getkan Indonesia menjadi sum­ber rantai pasok global industri baterai terintegrasi dari hulu ke hilir pada 2023.

Adsense

“Di Weda Bay akan diproduk­si asam sulfat 2023 dan lithium battery 2023. Jadi, global sup­ply chain akan ada di Indonesia untuk lithium battery sampai turunannya,” ujar Luhut.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense