Sebelumnya
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Smesco, Leonard Theosabrata menjelaskan, UKM yang sudah onboard melalui aplikasi di Smesco menjadi produk yang diprioritaskan.
Leo mengatakan saat ini sudah ada 259 UKM yang mendaftar dan sudah kurasi menjadi 43 UKM dengan total 174 produk yang disampaikan ke Kimia Farma. Untuk jenisnya tentu yang masih berhubungan dengan medis dan kesehatan.
Baca juga : Panorama Nusa Properti Kembangin Bisnis Di Bogor Timur
"Pendaftaran dibuka terus untuk UKM yang ingin ikut. Nanti bisa langsung ke website kami dan menghubungi divisi perdagangan Smesco, kemudian masuk dan akan kami kurasi tentunya dengan berbagai kriteria misalnya perizinan, sertifikat halal dan lainnya. Targetnya berapa banyak ya sebanyak-banyaknya namun sesuai standar kualifikasi," jelasnya.
Skema pembayaran dilakukan dengan beli putus sistem retur 14 hari setelah barang masuk ke Smesco sebagai agregator. Skema ini dinilai sangat memudahkan dan pro UKM. Ia juga menjanjikan akan ada promosi bersama dengan diskon dan lain sebagainya. "Semoga ke depan juga bisa di-bundling kerja sama yang lebih besar lagi dengan Kimia Farma dan BUMN lainnya," ucap Leo.
Baca juga : KPK Setor Uang Denda Dan Pengganti Ke Kas Negara
Direktur Utama Kimia Farma, Verdi Budidarmo mengatakan, komitmen bagi perusahaannya untuk membuka akses pasar bagi UMKM. Kerja sama dengan KemenkopUKM juga tak hanya pemasaran, selanjutnya meliputi penataan produk UKM yang di-online-kan bersama dengan produk milik Kimia Farma.
"Berbagai bentuk kerja sama akan kami terus tingkatkan. Bisa dengan bundling maupun lainnya. Bagaimana Kimia Farma bisa men-scale-up produk UKM ini. Intinya harus sama-sama menguntungkan bagi semuanya," ujar Verdi.
Baca juga : Keteladanan Pemimpin Bisa Jadi Obat Mujarab
Produk hasil kurasi Smesco dan Kimia Farma akan disediakan display apotek maupun di aplikasi KF mobile. Ia berharap, peningkatan produk-produk UKM terus terjadi.
Terkait target berapa UKM yang akan dikerjasamakan, Verdi bilang akan melihat kondisi dan perkembangan yang ada. "Nilainya berapa ya tergantung kerja sama selanjutnya," pungkasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.