Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Industri E-Commerce Lagi Naik Daun
Bos Garuda Pede Omzet Kargo Melejit Tahun Ini...
Jumat, 5 Maret 2021 05:55 WIB
Sebelumnya
Adapun, dari 18 pesawat Bombardier, 12 di antaranya sudah di-grounded (berhenti beroperasi) sejak 1 Februari lalu. Sementara enam lainnya tetap beroperasi karena memiliki skema penyewaan yang berbeda. Yakni, pinjaman melalui salah satu bank, sehingga diakhir sewa nanti keenam pesawat tersebut akan menjadi milik perusahaan.
Saat ini, rute-rute yang biasa dilayani ke-12 pesawat tersebut sudah dialihkan dengan pesawat lainnya. Sehingga, tidak mengganggu layanan penerbangan bagi penumpang. Ia meyakini, penghentian operasional 12 pesawat Bombardier ini mampu menekan kerugian yang dialami perusahaan, khususnya di tengah pandemi saat ini.
Baca juga : Industri Otomotif Dipatok Naik 6 Persen, Begini Caranya
“Sebelum ditemukannya kerugian atas operasional Bombardier ini, kami sudah menekan cost hampir 15 juta dolar AS (Amerika Serikat) per bulan (Rp 214,01 miliar), atau 170 juta dolar AS per tahun (Rp 2,42 triliun),” ungkapnya.
Selain memutus kontrak sewa pesawat, lanjutnya, strategi lain dilakukan perseroan yakni fokus pada kargo dan pesawat carter. Saat ini banyak pihak swasta dan kementerian yang menyewa pesawat Garuda untuk mengangkut barang-barang berupa alat kesehatan, APD (Alat Pelindung Diri), khususnya untuk rute Jakarta-Sanghai, China. Menurutnya, Garuda menjadi satu-satunya maskapai di Indonesia yang capable untuk mengangkut produk farmasi.
Baca juga : Selama Libur Nataru, Truk Bertonase Berat Dilarang Melintas di Tanggal Ini
“Awalnya saya kira mengangkut produk farmasi sama dengan angkut barang biasa, ternyata harus ada sertifikasi khususnya. Dan, kami capable untuk itu karena sudah mendapatkan sertifikasi khusus,” ujarnya.
Ia optimistis, ke depan angkutan kargo perseroan bisa memberikan kontribusinya terhadap pendapatan mencapai di angka 30-40 persen. Hal ini juga seiring adanya industri e-commerce yang terus tumbuh.
Baca juga : Cegah Bentrokan Lagi, TNI Antar Pulang Pendemo Kantor Gubernur Papua
Selain itu, perseroan juga akan menyasar segmen ekspor dari kota-kota di Indonesia ke luar negeri. Saat ini, beberapa ekspor yang sudah dilakukan di antaranya rute Manado ke Narita, Jepang untuk mengangkut ikan tuna, Makassar-Singapura, Bali-Hong Kong untuk komoditas ikan, serta Padang-Guangzhou, China yang mengangkut lebih dari 30 ton buah manggis.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya